10 Destinasi Cakep di Vietnam, Selain Hanoi, Ho Chi Minh City, dan Halong Bay

Ada rumus “5 H” untuk destinasi wisata di Vietnam, yaitu Ho Chi Minh City, Hanoi, Halong Bay, Hoi An, dan Hue. Tiga “H” yang pertama tentu sudah sangat populer dan jadi tujuan utama wisatawan yang ke Vietnam.

Bagaimana dengan dua “H” terakhir, Hoi An dan Hue? Mana saja kota-kota lain di Vietnam yang pantas masuk bucketlist kamu?

Simak 10 destinasi keren di Vietnam selain Ho Chi Minh City, Hanoi, dan Halong Bay berikut ini. Iinformasi dan keterangan tiap destinasi merupakan opini pribadi dan pengalaman berkunjung ke lokasi.

Ninh Binh

Menyusuri sungai di Ninh Binh menuju Kong Island

Ninh Binh juga sering disebut sebagai Halong Bay-nya daratan Vietnam. Menjelajahi sungai dan danau yang dikelilingi sawah, rawa, goa, dan tebing-tebing karang menjadi sensasi tersendiri di Ninh Binh. Di sini juga ada destinasi baru yaitu Kong Island. Sebuah area yang pernah jadi lokasi syuting film Kong Skull Island, kini dipertahankan lengkap dengan sisa rongsokan kapal dalam film dan desa suku minoritas.

Suasana desa terasing dan suku primitif di Kong Island

Cara ke Ninh Binh: Naik mobil atau van wisata dari Hanoi selama kurang lebih 2,5 jam.

Ninh Binh cocok buat yang suka wisata alam, foto, dan petualangan. Hampir mirip Halong Bay, tanpa kapal atau cruise, tapi naik sampan yang dikayuh warga lokal.

Cat Ba Island

Pemandangan dari salah satu pulau di seberang Cat Ba Island

Pulau ini ada di sekitar perairan Halong Bay, bisa diakses dengan naik ferry dari pelabuhan utama Halong Bay. Ada sejumlah resort, hotel, dan cafe-cafe di sepanjang pantai Cat Ba, dengan latar belakang pemandangan pulau-pulau karang khas Halong Bay.

Cat Ba Island cocok kalo kamu suka suasana pulau dan pantai. Hindari bulan-bulan Mei sampai Juli karena penuh wisatawan lokal yang lagi liburan musim panas.

Yen Tu Pagoda

Patung Buddha di area puncak Yen Tu Pagoda

Yen Tu adalah pagoda tertinggi di Vietnam, letaknya di puncak gunung Yen Tu (1.068 mdpl). Untuk trekking ke puncaknya perlu waktu satu setengah sampai dua jam -mirip trekking ke Waerebo, tapi ini penuh batu. Sebenernya ada kereta gantung sih, tapi sensasinya kurang kalo gak trekking sampai ke puncak gunung dan ada pagodanya. Konon, ini adalah “kiblat”nya pemeluk Buddha di Vietnam.

Temen di Vietnam bilang: “Trăm năm tích đức tu hành, chưa về Yên Tử chưa thành quả tu.” yang artinya dalam bahasa Inggris: “You may be charitable and lead a religious life for a hundred years, but if you haven’t made it to Yen Tu, you haven’t reached the highest religious bliss.”

Da Nang

Patung naga dan ikan mirip Merlion dengan latar belakang Dragon Bridge di Da Nang

Beberapa kali ke Hanoi dan Ho Chi Minh City, tapi saya langsung jatuh cinta saat pertama kali singgah Da Nang, kota terbesar kelima di Vietnam. Suasana kotanya gak seramai Ho Chi Minh City, gak sejadul Hanoi, dan gak sepanas Nha Trang. Yang identik di kota ini adalah Golden Bridge, Love Bridge, dan yang paling baru adalah Golden Bridge (Cau Vang) di Ba Na Hills atau juga sering disebut Hand of God Bridge.

Menuju Da Nang: Turun Da Nang International Airport (terbang domestik dari Hanoi atau Ho Chi Minh City, terbang internasiona dari Kuala Lumpur).

Cocok untuk: Slow travel, tanpa itinerary yang mengikat, dan menghabiskan waktu bareng pasangan di Love Bridge.

Hoi An

Hoi An yang terkenal sebagai kota sejuta lampion

Kota sejuta lampion. Mungkin, inilah kota paling unik dan cantik di Vietnam. Hoi An adalah kota kecil di tepi pelabuhan yang tenang, damai, dan nyaman. Ada kanal yang membelah kota, lengkap dengan perahu wisata dan lampion warna-warni di sepanjang jalan pada malam hari. Suasana pedesaan dan kota kecil khas Vietnam bener-bener bisa kita rasakan di Hoi An.

Menuju Hoi An: Terbang domestik/internasional landing di Da Nang, lanjut naik bis umum atau taksi ke Hoi An sekitar 30 menit.

Hoi An cocok untuk yang suka seni, sejarah, suka kota kecil yang masih jadul, serta penikmat senja dan malam yang penuh lampion.

Hue

Bekas istana kekaisaran Vietnam Kuno di Hue

Hue adalah bekas ibukota Vietnam kuno yang kini jadi destinasi wisata eksotik di kawasan Vietnam tengah. Paling terkenal di Hue adalah bekas istana kekaisaran Vietnam kuno yang di belakangnya ada “Forbidden City”, lengkap dengan sisa-sisa reruntuhan bangunan, kuil, dan makam kuno.

Pemandangan jalur Hai Van di antara Hoi An dan Hue

Cara menuju Hue: Naik motor dari Hoi An selama kurang lebih 2,5 jam, dan di tengah perjalanan kamu akan singgah di Hai Van Pass, salah satu jalur paling terkenal di Vietnam tengah.

Hue cocok untuk traveler yang suka sejarah dan adventure dengan perjalanan one day trip dari Hoi An.

Mui Ne

Satu-satunya gurun pasir Indochina yang ada di Vietnam

Vietnam punya gurun pasir? Saat pertama kali ke Vietnam, gak pernah ngira kalo ada gurun pasir di negara ini. Mui Ne adalah kota kecil di pinggiran pantai Laut China Selatan, jaraknya sekitar 4 jam naik bis dari Ho Chi Minh City. Ada dua macam gurun pasir di Mui Ne yaitu Red Sand Dunes dan White Sand Dunes. Sebenernya sih pasirnya gak bener-bener berwarna merah dan putih, tapi yang “merah” lebih kecoklatan, sedangkan yang putih lebih terang, lebih sepi, dan lebih bersih.

Mui Ne cocok untuk traveler yang suka adventure, mbolang, dan panas-panasan. Kalo takut panas, sebaiknya skip saja destinasi ini.

Nha Trang

Pantai berpasir putih yang landai dan panjang di Nha Trang

Buat yang seneng main di pantai, Nha Trang adalah destinasi pantai terbaik di Vietnam, dengan pantai landai berpasir putih sepanjang kurang lebih enam kilometer. Saat musim panas dan periode libur nasional di Vietnam, pantai Nha Trang penuh sesak dengan wisatawan lokal. Jadi, sebaiknya singgah di sini saat low season, sekitar bulan September sampai November. Destinasi cakep lainnya di Nha Trang selain pantai adalah Jembatan Xom Buong dan menara Po Nagar Cham.

Na Thrang cocok untuk traveler yang suka pantai, nongkrong seharian di cafe, dan slow travel tanpa itinerary yang mengikat.

Sa Pa

Kereta gantung tertinggi di dunia ada di Sa Pa, ngeri-ngeri sedappp…

Sepintas, Sa Pa mengingatkan kita pada Ubud di Bali. Deretan pegunungan dan bukit-bukit yang diatur sedemikian rupa untuk lahan persawahan. Bagi orang Indonesia, spot ini mungkin terasa biasa saja, tapi Sa Pa tetep cakep untuk dikunjungi, terutama Fansipan, dimana ada kereta gantung tertinggi di dunia untuk menuju puncak Indochina. Daya tarik lainnya di Sa Pa adalah desa etnis minoritas Hmong, Giay, dan Dzao Merah yang tetap mempertahankan kehidupan tradisionalnya sampai sekarang.

Sa Pa cocok untuk traveler yang suka wisata alam, budaya, dan tahan dingin (saat musim dingin Januari – Februari, beberapa bagian di Sapa turun salju).

Ha Giang

Jalanan berkelok di antara bukit kapur di Ha Giang

Letaknya di Vietnam paling utara, perbatasan darat dengan China. Udah bisa kebayang kan kalo destinasi ini masih alami dan belum banyak dikunjungi turis. Untuk menuju kesini kamu bisa naik kereta atau sleeper bis dari Hanoi selama kurang lebih delapan jam.

Kalo kamu suka road trip dengan landscape jalanan sempit berkelok, pegunungan, tebing-tebing kapur, dan desa terpencil, Ha Giang adalah BUCKETLIST WAJIB yang mesti kamu kunjungi sekali dalam seumur hidup di Vietnam!

You may also like...

Popular Posts

Beri Komentar