10 Poin Penting Untuk Menghemat Biaya Liburan ke Jepang

Jepang dikenal sebagai destinasi yang ramah bagi penggendong ransel, kecuali biaya hidupnya. Negeri Matahari Terbit sudah lama menyandang sebagai negara dengan biaya hidup termahal di dunia. Traveler pun harus pintar-pintar untuk menekan biaya selama di Jepang.

Karena itu, perlu travel planning yang matang sebelum liburan ke Jepang, terutama bagi yang baru pertama kali. Berikut poin-poin penting yang perlu dipertatikan sebelum berangkat ke Jepang.

Best time to visit

Kalo ditanya, apa musim terbaik ke Jepang? Jawabannya: semua musim cakep. Tapi peak season di Jepang memang saat musim Sakura, yaitu sekitar awal Maret sampai akhir April. Periode ini biasa disebut golden week di Jepang. Jepang memang terlihat sangat cantik di musim ini, tapi siap-siap biaya traveling juga naik drastis, mulai dari tiket pesawat.

Bepergian di musim yang lebih sepi menjadi alternatif untuk menekan biaya liburan ke Jepang, terutama saat musim dingin pada Desember hingga Febuari. Sebagai penduduk tropis yang jarang -atau mungkin belum pernah- lihat salju, wisatawan Indonesia banyak yang berkunjung ke Jepang saat musim dingin. Tapi perhatikan perubahan cuaca, terutama bila tidak tahan dingin. Favorit saya sendiri adalah musim gugur, sekitar akhir Oktober sampai awal Desember. Ini adalah waktu dimana pepohonan di Jepang mulai menguning, memerah, dan berguguran. Tiap sudut Jepang pada musim gugur sangat instagramable, seperti foto-foto di kalender.

Musim gugur di sekitar Arashiyama, Kyoto
Jalanan di Tokyo saat musim gugur

Penginapan

Pilihan yang paling ramah di kantong backpacker adalah penginapan berbentuk asrama atau dormitory dan kapsul. Di penginapan model ini, kita harus siap berbagi dengan pengunjung lain, termasuk berbagi kamar mandi. Tapi jangan khawatir, kebersihan di Jepang sangatl terjaga. Untuk penginapan seperti ini biayanya di kisaran harga Rp 200-300 ribu semalam.

Lobi hostel di Kyoto

Hal yang menarik dan paling saya suka dari menginap di dormitory dan kapsul adalah kita punya kesempatan berkenalan dan berinteraksi dengan traveler lain dari seluruh dunia, berbagi cerita perjalanan, destinasi di negara masing-masing,, sampai merencanakan traveling bersama. Buat yang masih single, hmmm… ini adalah cara terbaik untuk mendapatkan travelmate, yang siapa tau kelak jadi soulmate.

Penginapan di Tokyo, tak jauh dari stasiun subway Asakusa
Kapsul hotel di Osaka

Transportasi

Selain akomodasi, transportasi adalah pengeluaran biaya terbesar selama di Jepang. Pilihlah lokasi penginapan di tengah kota atau dekat tempat wisata -Asakusa adalah favorit lokasi tinggal saya di Tokyo- karena dekat stasiun subway, menghemat transportasi, dan berkeliling lokasi sekitar dengan berjalan kaki. Bis dan subway adalah dua pilihan terbaik selama di Jepang. Yang pasti, hindari menggunakan taksi karena tarifnya sangat tinggi.

Nah, kalau ingin melakukan perjalanan antar kota, gunakan Japan Rail Pass (JRP). Harganya memang tidak murah, sekitar Rp 3,5 juta (sekitar 29 ribu yen) tapi kita bisa menggunakan JRP sepuasnya selama tujuh hari atau batas waktu lain sesuai paket dan harga yang kita pilih. Membeli tiket terusan JRP jauh lebih murah daripada membeli tiket satuan yang harganya bisa mulai Rp 1 jutaan sekali perjalanan pulang pergi. Usahakan untuk membeli JRP dari Indonesia karena membeli langsung di Jepang bisa jadi lebih mahal.

Japan Rail Pass jadi solusi terbaik untuk pergi antar kota di Jepang

Tips penting nih, tidak perlu terlalu “ambisius” mengunjungi banyak kota di Jepan. Mentang-mentang lagi di Jepang, inginnya ke semua kota alias be there done that. Jangan, itu konyol. Nikmatilah perjalanan secara slow kaena dengan begitu kamu bisa menikmati suasana Jepang dengan sesungguhnya.

Makanan

Jepang terkenal sebagai surganya makanan enak, meski harganya sedikit mahal. Sekali makan di Jepang untuk satu porsi rata-rata menghabiskan biaya Rp 150-200 ribu. Tapi ada banyak cara makan lebih murah, salah satunya adalah makan di convenient store seperti Seven Eleven dan Family Mart. Di Jepang, menu di Sevel sangat lengkap dan harganya relatif murah. Sekepal onigiri biasanya berharga Rp 15 ribu, seporsi bento mulai dari Rp 40.000. Enaknya lagi, di setiap toko pasti disediakan microwave untuk menghangatkan makanan.

Penjual Takoyaki di sekitar kuil Fushimi Inari Kyoto

Kalau bosan makan di Sevel, tak ada salahnya sekali-sekali makan enak di warung sushi. Perhatikan beberapa restoran yang menyediakan menu dengan harga lebih murah saat jam makan siang. Ada beberapa tempat yang harga makanannya lebih mahal saat jam makan malam.

Satu porsi makan malam kayak gini harganya sekitar Rp 200 ribu

Bagi wisatawan Muslim, mendapatkan makanan halal relatif tidak terlalu sulit di Jepang, terutama kota besar seperti Tokyo, Kyoto, atau Osaka. Salah satu favorit saya adalah warung ramen Ayam-Ya di Kyoto, letaknya sekitar 15 menit jalan kaki dari Kyoto Station. Pemiliknya orang Indonesia dan kedai ini ramai dikunjungi wisatawan Indonesia dan Malaysia.

Lokasi warung Ramen Ya di Kyoto
Satu porsi Ramen Ya, ramen halal di Kyoto

Wifi

Untuk traveler milenial, sudah pasti wifi atau koneksi internet adalah hal primer di Jepang, bahkan bisa lebih penting daripada makan, haha! Tak hanya untuk update status, live story, atau pasang location, koneksi internet juga penting untuk mengetahui jalur bis dan subway, informasi perjalanan, hingga hal-hal penting lainnya seperti booking hotel dan pesawat.

Setelah landing Tokyo dan keluar imigrasi, hal pertama yang dilakukan adalah cari paket wifi

Jaringan internet di Jepang sangat kuat dan stabil. Tapi karena harga sim card perdana cukup mahal, kita bisa menggunakan pocket wifi untuk menghemat budget. Dengan pocket wifi ini kita bisa tetap berkomunikasi dengan menggunakan whatsapp call dan aplikasi messanger lainnya, jadi tidak perlu membeli nomor Jepang. Pocket wifi bisa didapatkan di bandara atau menyewa dari Indonesia.

Kamu juga bisa pakai wifi pocket selama di Jepang

Obyek wisata

Ada banyak pilihan tempat wisata di Jepang yang kita tak perlu mengeluarkan uang sepeser pun alias gratis untuk mengunjungi tempat-tempat tersebut. Misalnya bangunan-bangunan kontemporer Jepang (bekas istana atau keluarga kaisar), taman (seperti Ueno Park di Tokyo), pasar tradisional (Tsukiji Fish Market), kuil-kuil unik di Jepang (Kaminarimon, Sensoji), hingga kesibukan kota metropolitan seperti Tokyo (seperti di Shibuya dan Akihabara) dan Osaka (Namba dan Dotonbori) yang menjadi daya tarik Jepang itu sendiri.

Kuil Kaminarimon di Asakusa, salah satu obyek gratis di Tokyo

Uang

Semua transaksi tunai di Jepang pakai uang Yen (JPY). Bawalah uang tunai Yen secukupnya dari Indonesia karena selain untuk keperluan selama di Jepang, kadang-kadang petugas imigrasi juga menanyakan apakah kita membawa Yen tunai atau tidak. Hal ini tidak selalu ditanyakan, hanya sebagai jaga-jaga aja sih. Lalu bagaimana kalau kehabisan uang tunai di Jepang? Jangan khawatir, kamu bisa tarik tunai Yen dari mesin ATM bank apa-pun yang punya kerjasama dengan bank Indonesia dalam bentuk logo Visa, Mastercard, dan Cirrus. Sekali tarik tunai di ATM Jepang biasanya dikenakan biaya sekitar Rp 25 sampai Rp 30 ribu.

Souvenir

Wisatawan Indonesia tidak bisa lepas dari yang satu ini: oleh-oleh. Belum lagi sekarang lagi hits jasa titipan oleh-oleh alias jastip. Buat kamu yang ingin belanja barang-barang unik untuk souvenir dari Jepang, datanglah ke Daiso yang ada di kota-kota besar. Barang-barang di sini relatif murah karen banyak barang yang harganya sekitar 100 yen (Rp 13.500).

Ini nih pusatnya oleh-oleh murah untuk dibawa pulang ke Indonesia

Ikut open trip

Kalo kamu belum pernah ke Jepang sebelumnya, tentu ada banyak hal dan pertimbangan yang menjadi pikiran. Cara paling gampang dan aman adalah dengan ikut open trip. Kamu tidak perlu lagi memikirkan itinerary, penginapan, dan transportasi selama di Jepang karena sudah dihandle oleh trip organizer. Bahkan kamu juga bisa dibantu untuk proses pembuatan visa. Salah satu open trip yang saya rekomendasikan adalah Fun Adventure. Daftar sekarang mumpung ada open trip autumn tahun ini.

Tiket pesawat

Normalnya, tiket pesawat PP Jakarta – Tokyo atau Osaka sekitar Rp 6-8 juta. Sebagai traveler on budget, kita mesti pintar-pintar cari tiket promo yang lebih murah dari harga tersebut. Salah satu triknya adalah booking sejak enam bulan sebelumnya. Pantau pergerakan harga tiket di website seperti Skyscanner dan ikuti akun media sosial sejumlah maskapai yang sering menebar harga promo.

Beli tiket pesawat ke Jepang juga harus memperhatikan itinerary. Kita tak harus melulu terbang dari dan ke Tokyo. Masih ada kota lain seperti Osaka. Perhatikan juga letak bandara, seperti di Tokyo yang “punya” Narita dan Haneda. Saat membeli tiket, gunakan situs pembanding dan ketikkan Jepang (seluruh bandara) untuk tujuannya agar mengetahui selisih harga antar bandara di Jepang.

Foto di Bandara Haneda, siap eksplore Jepang lebih jauh dan lama lagi

Nah, dengan tips-tips di atas pastinya sekarang kamu udah siap untuk liburan ke Jepang bukan?

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *