Backpacking India: 20 Catatan Perjalanan Dari Negeri Hindustan

Incredible India. Sesuai dengan slogan pariwisata mereka, India memang benar-benar menjanjikan sebuah pengalaman perjalanan yang “incredible”.

Akhir September sampai awal Oktober kemarin saya melakukan perjalanan sebelas hari di India bermodal promo AirAsia 2 jutaan. Backpackeran ke India memang bukan kategori traveling mewah atau jalan-jalan cantik, tapi seru dan menantang.

Ada banyak hal menarik yang saya temui dan alami di India. Tak melulu hal negatif, banyak juga hal positifnya.

1. Paspor diusap-usap pake handuk

Baru kali ini paspor saya diusap-usap dan digosok-gosok pake kain -semacam handuk kecil- sama petugas imigrasi. Sempet khawatir juga itu paspor bakal robek, maklum udah kucel. Btw, traveler Indonesia bisa ke India dengan apply online e-visa.

Deretan taksi di Bandara Kalkuta, lokasi pertama di Negeri Hindustan
Deretan taksi di Bandara Kalkuta, lokasi pertama di Negeri Hindustan

2. Tuk-tuk vs Taxi

Di India, kamu akan melihat lebih banyak tuk-tuk dan taksi daripada mobil pribadi. Tuk-tuk lebih murah dibandingkan taksi. Tuk-tuk memang alat transportasi paling efisien kalo kamu pengen ke beberapa tempat wisata dalam kota -kecuali New Delhi yang udah punya subway. Pinter-pinterlah menawar tuk-tuk dan waspada scam.

3. Nama huruf India

Kalo naik kereta api di India, nama kamu pasti ada di lembaran kertas manifest penumpang yang ditempel di tiap gerbong. Kamu jadi tau gimana penulisan nama kamu pake huruf India. FYI, kereta api adalah transportasi utama warga India untuk bepergian antar kota.

Manifest di kereta India
Manifest di kereta India

4. Stuck 23 jam di dalam kereta!

23 jam (benar, 23 JAM!) di dalam kereta ekonomi sleeper tanpa AC. Saya berangkat dari Kalkuta jam 11.30 malam (lupa harinya) dan sampai di stasiun Agra Fort hampir jam 10 malam besoknya. Damn! Di negara sendiri pun saya gak pernah naik kereta selama ini.  Kata peribahasa lama: Kalo tak bisa dihindari, ya dinikmati.

Cafe di stasiun India (Agra Fort) yang dikelola Indian Railways
Cafe di stasiun India (Agra Fort) yang dikelola Indian Railways

5. Kereta delay 6 jam

Di Agra Fort, kereta saya ke Jaipur kena delay lebih dari 6 jam. Incredible! Jadwal kereta yang awalnya jam 6 pagi ditunda sampai jam 12 tanpa ada pemberitahuan awal, kompensasi, dan semacamnya.

Pengumuman delay kereta saya di Stasiun Agra Fort
Pengumuman delay kereta saya di Stasiun Agra Fort

6. Gerbong double-decker

Perkereta-apian di India tak selamanya buruk. Saya naik kereta express double decker dari Jaipur ke New Delhi. Gerbong nyaman, full AC, ada meja makan di tiap gerbong, pokoknya nyaman lah. Kapan ya kita bisa bikin kereta gerbong double decker kayak gini?

Seniman ular kobra ala India
Seniman ular kobra ala India

7. Bak sampah raksasa

Sepanjang mata melihat, hampir sepanjang jalur kereta api antar kota di India, sampah di mana-mana. Seperti bak sampah raksasa. Saya gak habis pikir segitu parahnya budaya buang sampah sembarangan orang di sini.

Penampakan umum di stasiun India
Penampakan umum di stasiun India

8. Jamban bebas

Selain sampah, saya sering melihat beberapa orang jongkok berjamaah di pinggir rel kereta api -atau rerumputan sekitarnya. Jongkok bukan nongkrong, tapi jongkok (maaf) buang hajat alias pup. WTF!

9. Air minum gratis dimana-mana, tapi jangan coba-coba minum!

Di India, hampir di semua tempat publik ada water tap alias tempat air mineral gratis. Banyak orang lokal yang ambil air itu untuk minum. Tapi, sebaiknya kamu jangan coba-coba minum karena tak terjamin kebersihannya.

Tuk-tuk di Jaipur
Suasana pagi di Taj Mahal

10. India vs Pakistan

Konflik di perbatasan rupanya lagi memanas saat saya di India. Berita koran dan televisi didominasi kabar konflik India dan Pakistan. Selain berita politik, orang India juga suka tontonan olahraga. Bukan sepakbola, tapi kriket.

Tuk-tuk di Jaipur
Tuk-tuk di Jaipur

11. Dua harga, lokal dan turis

Di India ada “dua harga” tiket obyek wisata. Tiket masuk untuk turis lokal dan tiket turis asing. Tapi yang bikin gak wajar, bedanya lumayan besar. Bayangin aja, tiket masuk Taj Mahal untuk lokal cuma 10 Rupee, bandingkan dengan turis asing yang sampai 1000 Rupee! Saya bahkan melihat dua orang turis asing meminta orang lokal membelikan tiket di Humayun Tomb (New Delhi) biar dapat harga lebih murah.

Amber Fort
Amber Fort

12. Tuk-tuk 5 Rupee

Di India, duit 5 Rupee (sekitar Rp 1000) sangat sangat berharga. Ada seorang supir tuk-tuk setengah baya yang menawarkan jasa mulai harga 50 Rupee sampai turun jadi 5 Rupee!

13. Kesenjangan sosial

Jangan sekali-kali membayangkan kondisi India seperti di sinetron-sinetron ANTV. Di India saya melihat sendiri kesenjangan sosial yang begitu tinggi. Mungkin karena adanya kasta di negara ini. Bahkan di Agra Fort, saya melihat seseorang memungut sisa makanan dari tempat sampah dan langsung memakannya. Omg! Tak pernah terpikir di benak saya begitu parahnya kondisi sosial di sini.

14. Plan B

Traveling di India, kamu harus punya Plan B untuk semua rencana yang udah tersusun. Kalo perlu Plan C dan Plan D. Jam kedatangan kereta yang molor, delay kereta api -dan pesawat, atau hal-hal lain di luar prediksi akan sangat mungin terjadi. Selalu siapkan rencana cadangan untuk setiap rencana yang udah disiapkan.

Tuk-tuk di Jaipur
Kereta api di India, dari Kalkuta ke Agra

15. KFC (atau McD) adalah dewa penolong

Di India, sangat sulit mencari tempat nongkrong, cafe atau semacamnya, bahkan di ibukota New Delhi. KFC atau McD adalah pilihan terbaik, kalau bukan satu-satunya. Seperti yang saya alami di Kalkuta. Karena kereta tujuan Agra baru berangkat jam 11 malem, saya mager di KFC Howrah Junction dari jam 2 siang! Tak ada yang bisa kamu lakukan di sekitar Howrah. Cuma ada kebisingan, keruwetan, lautan manusia, serta udara panas dan kotor di sekitar stasiun.

16. Dilarang bawa tulisan

Foto dengan tulisan “Wish you are here” atau “Kapan kamu kesini” adalah sesuatu yang “Indonesia Banget”. Di Taj Mahal, kamu gak akan bisa melakukannya karena tas digeledah dan tak boleh membawa alat tulis atau semacamnya. Bener-bener steril.

Makanan sehari-hari selama di India
Makanan sehari-hari selama di India

17. Makan kuah pakai tangan

Sembilan dari sepuluh orang lokal yang saya temui di India makan tanpa sendok dan garpu. Bahkan saat makan nasi dengan kuah sekalipun.

18. Veg and No Veg

Hampir semua restoran di India punya dua jenis makanan: veg dan no veg (vegetarian dan non vegetarian). Jadi kalo kamu vegetarian, tak perlu repot cari menu ini. Tapi, baik veg dan no veg pun rasanya sama, sama-sama curry (kari).

Streetfood ala Jaipur
Streetfood ala Jaipur

19. Ketergantungan Pada Free Wi-fi

Paspor Indonesia sangat susah beli sim-card perdana di India. Kamu mesti punya satu nomor telepon India untuk konfirmasi. Kalo solo traveling ala backpacker gini, mau pake nomor telepon siapa di India?

20. Siapa sih Shahir Shah?

Yang suka nonton sinetron India di ANTV pasti tau siapa itu Shaheer Sheikh. Tapi, sebelas dari sepuluh orang yang saya temui di India tidak tahu siapa itu Shaheer Sheikh. Mereka masih lebih mengenal aktor-aktor kawakan macam Shahrukh Khan.

Streetfood ala Jaipur
City Palace di Jaipur, Pink City yang lebih mirip merah terakota

Jepang dan Korea bikin saya berdecak kagum, tapi India-lah yang bikin saya mengerti makna traveling dan bersyukur dengan segala yang apa dipunya saat ini.

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *