Cara Mengurus Sendiri Visa Jepang di Konjen Surabaya

Buat kita-kita pemegang paspor Indonesia, traveling ke luar negeri memang gampang-gampang susah. Beberapa negara yang ingin dikunjungi punya aturan ketat soal visa. Salah satunya Jepang.

Siapa sih yang gak pengen gendong ransel ke Negeri Sakura? Saya sendiri udah lama planning backpackeran ke Jepang dan beruntung dapet tiket promo AirAsia PP 2 juta. Tapi karena saya belum punya e-paspor, saya pun harus mengurus visa ke Kedubes Jepang. Untuk wilayah Jawa Timur, bisa mengurus di Konsulat Jendral Jepang di Surabaya, Jl. Sumatra No.93 Surabaya.

FYI, kalo kamu udah punya e-paspor, kamu cuma perlu mengurus visa waiver. Tapi sempet ada kejadian juga sih visa waiver ditolak imigrasi Jepang. Biaya pembuatan visa Jepang (Juni 2018) adalah Rp 360.000 untuk Single Entry.

Akihabara, hari kedua di Tokyo
Konichiwa, Akihabara!

Berikut langkah-langkah mengurus visa Jepang di Konjen Jepang di Surabaya.

Persiapan

1. Paspor. Ini wajib. Masa expired paspor maksimal 6 bulan sebelum perjalanan. Paspor jangan kosong alias belum ada stempel negara lain sama sekali. Minimal kamu udah punya 2-3 stempel negara bebas visa Asia Tenggara seperti Singapura atau Malaysia.

2. Foto kopi EKTP di kertas A4.

3. Fotokopi KK, juga di kertas A4.

4. Pas foto terbaru ukuran 4,5 x 4,5 cm satu lembar, background putih. Pas foto ditempel di lembar form pengajuan visa.

5. Rekening koran atau rekap tabungan selama tiga bulan terakhir. Minta cetak rekening koran ini di bank, usahakan untuk minta dicetak di kertas A4.

Berapa nominal rekening untuk visa Jepang? Tidak ada ketentuan pasti. Tapi, untuk konjen Jepang di Surabaya, minimal saldo di rekening adalah RP 30 juta per orang.

6. Dokumen perjalanan. Print semua dokumen perjalanan seperti tiket pesawat PP, booking hotel, dll di kertas A4.

7. Surat keterangan kerja dari perusahaan atau kantor tempat bekerja di kertas A4. Kalo kamu pelajar/mahasiswa, mintalah surat keterangan dari sekolah/kampus. Kalo kamu wiraswasta/usaha sendiri, buatlah surat pernyataan punya usaha sendiri dengan materai Rp 6000.

8. Mengisi form pengajuan visa dan form itinerary selama di Jepang.

9. Setelah berkas-berkas tadi semuanya lengkap, masukkan ke dalam map. Semua berkas tidak boleh disteples, gunakan klip atau biarkan tertumpuk rapi di dalam map.

Urutan berkas di dalam map, dari bawah ke-atas: (1) surat kantor, (2) rekening koran, (3) itinerary, (4) print tiket PP dan booking hotel, (5) fotokopi EKTP dan EKTP asli, (6) formulir permohoonan visa dan pas foto yang udah ditempel, (7) paspor.

Pengurusan

Langkah berikutnya adalah mengurus visa ke Konjen Jepang di Surabaya.

1. Datang sendiri, tidak boleh diwakilkan. Pakaian formal, pakai sepatu.

Jalur menuju Konjen Jepang di Surabaya:

Map Konjen Jepang di Surabaya

2. Karena saya tinggal di Malang, rute perjalanan dengan bis umum adalah sebagai berikut:

(1) Naik bis dari terminal Arjosari menuju Bungurasih. Usahakan berangkat pagi, jangan lewat dari jam 5.30. Lebih pagi lebih baik. Bis Malang-Surabaya dari terminal Arjosari berangkat paling pagi jam 4.30. Kalo bisa, hindari hari Senin, pilih tengah pekan seperti Rabu atau Kamis karena lebih sepi.

(2) Sampai di terminal Bungurasih, ada beberapa pilihan bis kota Damri menuju Konjen Jepang di Surabaya. Saya pilih naik Damri jalur Bungurasih – Perak AC dengan ongkos RP 6.000, turun di Olympic, dan jalan kaki sekitar 15 menit ke Konjen Jepang melalui Jalan Pandegiling.

Contoh Visa Jepang

3. Konjen Jepang di Surabaya terletak persis di ujung pertigaan Jl. Sulawesi dan Jl. Jawa (belakang RS Siloam). Sampai di pos satpam, bilang aja kalo mau urus visa. Isi buku tamu dan titipkan HP, kamera, dsb di pos satpam. Sebelum masuk, tas kamu juga akan diperiksa dengan X-ray seperti di bandara.

4. Setelah masuk ruangan, pencet dan ambil nomor antrian, kemudian tekan bel di loket bagian pengurusan visa. Setelah nomor kamu dipanggil, petugas akan mengecek kelengkapan berkas-berkas yang kamu bawa dan menyerahkan sebuah form kecil untuk keperluan pengambilan visa.

Pengambilan

Pengambilan visa biasanya perlu waktu 3-4 hari kerja. Kita gak akan tahu apakah visa approve atau tidak. Apabila approve, siapkan uang tunai Rp 360.000 saat pengambilan. Kalo tidak approve, tak perlu bayar dan jangan kecewa karena mungkin belum waktunya kamu liburan ke Jepang, masih ada banyak waktu untuk mempersiapkan diri ke Negeri Sakura.

Catatan: Kita tidak akan diberi tahu alasan penolakan visa karena itu bersifat rahasia. Kita hanya menebak-nebak, bisa jadi karena stempel paspor kamu masih kosong, bisa jadi karena rekening koran kamu yang “meragukan”, bisa jadi karena itinerary yang kurang jelas, atau hal-hal sepele lain seperti kesalahan penulisan pada form pengajuan dan sebagainya. Jadi, pastikan semua kelengkapan dan isian berkas-berkas sebelum menyerahkan pengajuan visa.

Setelah visa jadi, rasanya sangat lega. Tak sabar kembali berpetualang di Negeri Sakura!

You may also like...

Popular Posts

2 Comments

  1. Kalo paspor kita masih kosong belum ada stempel sama sekali kira-kira diterima gak ya?

    1. fajarsobir:
      tetep ada peluang diterima, tapi sebaiknya sih minimal ada stempel negara2 bebas visa spt malaysia, singapore

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *