Apa yang pertama kali kamu pikirkan saat denger kata Hainan? Chicken rice? Atau tempat wisata di China?

Hainan adalah pulau di bagian tenggara dataran China yang luasnya kira-kira lima kali luas pulau Bali. Hainan memang diproyeksikan sebagai “Bali-nya China” karena punya deretan pantai cantik dan cuaca tropis yang menjadi incaran wisatawan dari China daratan dan wisatawan mancanegara.

Cuaca tropis di Hainan menjadikan pulau ini sebagai destinasi utama warga China maupun turis asing untuk pergi liburan saat musim dingin. Peak season di Hainan adalah pada akhir tahun hingga Tahun Baru China -sekitar bulan Februari dan awal Maret.

Road trip naik bis antar kota di Hainan

Hainan juga dijuluki Hawai Of The East yang sebagai gambaran pulau wisata dengan fasilitas lengkap, mulai hotel berbintang sampai resort mewah. Pantai berpasir putih yang landai sepanjang belasan kilometer di Sanya, toko souvenir dan oleh-oleh, hingga wisata desa tradisional juga ada di Hainan.

Menikmati semilir angin Dadong Beach di pinggiran kota Sanya
Dijuluki Hawai of the East, Hainan punya pantai berpasir putih di kota Sanya

Flight ke Hainan

Untuk terbang ke Hainan, saat ini belum ada direct flight dari Indonesia untuk penerbangan komersil, tapi kamu bisa transit di Singapura atau Malaysia sebelum melanjutkan penerbangan ke Hainan. Tetapi sejumlah travel operator saat ini sudah menyediakan paket tour Hainan dengan pesawat sewa alias charter flight. Akhir Maret kemaren saya ke Hainan pun dengan pesawat charter yang bekerjasama dengan travel agent dan Asita.

Penerbangan Jakarta ke Hainan ditempuh dalam waktu sekitar empat jam. Biasanya jadwal terbangnya sekitar jam 7 malam dari Jakarta dan kembali lagi dari Hainan jam 2 dini hari. Ada dua bandara internasional di Hainan, yaitu di Haikou dan Sanya. Perhatikan jadwal terbang maskapaimu, karena bisa jadi landing Haikou dan pulang lewat Sanya.

Visa Hainan

Bagaimana dengan urusan visa? Hainan memberi bebas visa untuk group tour dari Indonesia, seperti yang saya gunakan untuk perjalanan kali ini. Kabar baiknya, mulai Mei 2018 Hainan memberi fasilitas bebas visa untuk wisatawan dari Indonesia dengan masa tinggal maksimal 30 hari.

Perlu dicatat, visa Hainan ini beda dengan visa China, meskipun secara teritori Hainan masuk wilayah China. Jadi kamu tidak bisa masuk China dengan memakai stempel visa Hainan. Kondisi ini mirip dengan Pulau Jeju di Korea Selatan yang sudah bebas untuk wisatawan Indonesia tapi tidak bisa digunakan untuk masuk wilayah lain di Korea Selatan.

Keramaian di salah satu sudut kota Sanya

Transportasi di Hainan

Kalo kamu ke Hainan ikut paket tour dari Indonesia, pastinya tinggal duduk manis di bis pariwisata AC dengan tour guide bahasa Mandarin dan Inggris, ada juga yang bisa bahasa Melayu tapi jumlahnya tidak banyak. Kalo kamu ke Hainan ala backpacker atau jalan sendiri, transportasi seperti bis kota, bis antar kota, taksi, dan bullet train sudah tersedia dan terkoneksi dari satu bandara atau kota ke bandara dan kota lain. Bullet train ini tidak lain adalah kereta cepat China yang menghubungkan beberapa kota di Hainan, semacam Shinkanshen-nya China yang bisa digunakan pergi antar kota dalam hitungn menit.

Jelajah tiga kota di Hainan: Haikou, Xing Long, Sanya

Tiga kota utama yang menjadi destinasi wisata di Hainan adalah Haikou, Xing Long, dan Sanya. Di antara Haikou dan Xing Long ada kota kecil Wen Chang yang terkenal dengan bangunan arsitektur kuno yang cantik.

Spot paling populer di Haikou ada tiga yaitu Arcade Ancient Street, Mission Hills, dan Movie Town. Arcade Ancient Street merupakan kota tua-nya Haikou dengan bangunan bergaya kuno yang kini difungsikan untuk toko souvenir, makanan, dan cafe untuk wisatawan. Sementara itu Mission Hills dan Movie Town adalah dua wahana buatan yang dibentuk sedemikian rupa -seperti Museum Angkut di Malang- tapi dengan luas dan ragam yang lebih komplet. Di Mission Hills juga ada Hard Rock Cafe dan sejumlah merk ternama dari Amerika. Sementara Movie Town menawarkan wahana bergaya China masa lalu, cocok untuk penggemar foto karena hampir tiap sudunya instagramable.

Wefie tour guide di Movie Town Haikou

Di tengah perjalanan Haikou menuju Xing Long, biasanya wisatawan singgah di Wen Chang, mengunjungi beberapa destinasi wisata di antaranya Wen Nan Old Town, Stone Park, dan Tong Gu Buddha Light. Spot pertama adalah Wen Nan, semacam walking street di tengah-tengah kota kuno yang di dalamnya banyak toko-toko penjual souvenir dan makanan.

Arcade Ancient Street di pusat kota Haikou
Suasana di lorong-lorong jalanan kota tua Wen Chang

Stone Park dan Tong Gu Buddha Light berada dalam satu kawasan ini biasanya dikunjungi pada sore atau petang, untuk mendapatkan suasana sunset di belakang patung Buddha yang terletak sekitar 200 meter dari pantai. Wisatawan bisa naik anak tangga sebelum sampai di patung Buddha setinggi kurang lebih 20 meter.

Dari Wen Chang, perjalanan dilanjutkan menuju Xing Long, kota yang terletak di tepi pantai ini terkenal dengan deretan resort mewah di tepi pantai. Destinasi wisata utama di Xing Long yaitu Bali Village, Yetian Li Minority Nationality Village, dan beberapa toko souvenir.

Sesuai namanya, Bali Village adalah sebuah wahana yang didesain dengan bangunan-bangunan khas Bali. Konon, pada jaman dahulu ada warga Bali yang pindah dan menetap di Hainan, kemudian mereka mendirikan desa ini. Arsitektur dan fasilitas pedukung di desa ini dibuat langsung oleh orang Indonesia, khususnya Bali, yaitu mahasiswa yang sedang belajar di Hainan.

Lokasi kedua merupakan desa adat-nya masyarakat lokal Hainan, Yetian Li. Karena itulah lokasi ini dinamakan sebagai Yetian Li Minority Nationality Village. Ada banyak aktivitas di desa wisata ini, seperti menganyam bambu, menenun, menumbuk biji-bijian, dan sebagainya.

Dari Xing Long, wisatawan biasanya akan menghabiskan sisa liburan mereka di Sanya, kota terbesar sekaligus metropolitasan di pulau ini. Dari kejauhan, landscape Sanya berupa gedung bertingkat di pinggir pantai -mengingatkan kita pada Burj Al Arab di Dubai. Tak heran bila Sanya disebut juga sebagai Little Dubai atau Dubai From The East.

Gedung-gedung pencakar langit di Sanya lokasinya berada di pantai, memberi kesan modern sekaligus romantis di malam hari. Untuk menikmati pemandangan seperti ini, ada kapal pesiar wisata untuk menikmati permainan lampu dan laser disini.

Patung rusa menoleh ke belakang yang diambil dari legenda rakyat Hainan

Ikon wisata lain di Sanya yaitu Deer Looking Back Garden, patung rusa menoleh ke belakang. Konon, tempat berdirinya patung ini dulunya merupakan lokasi bertemunya seorang pemuda dengan seekor rusa putih. Si rusa kemudian berubah menjadi wanita yang cantik. Kisah legenda ini diabadikan di patung Deer Looking Back Garden.

Untuk menuju puncak atau lokasi patung, wisatawan harus berjalan kaki kurang lebih 15 sampai 20 menit. Pemandangan cantiknya kota Sanya yang dikelilingi pantai dan lautan biru serta gedung-gedung bertingkat, membuat kita betah berlama-lama di puncak Deer Looking Back Gardens ini.

Untuk wisata belanja atau tempat hunting oleh-oleh, paling gampang adalah di Phu Chiek Yen, sebuah kawasan belanja paling murah di Hainan yang letaknya di jantung kota Sanya. Di lokasi ini juga ada Miniso dengan barang-barang yang unik, lucu, dan harganya terjangkau.

Gedung pencakar langit di Sanya yang terinspirasi dari Dubai

Paket internet roaming

Perlukah membeli sim-card di Hainan? Tidak pelu, karena kebijakan di China sangat ketat, terutama internet. Jadi meskipun sudah beli kartu perdana China, kamu tetap tidak akan bisa mengkses internet secara penuh alias banyak yang diblokir. Untuk mengantisipasi hal itu, selama di Hainan saya menggunakan paket Telkomsel Roaming Asia-Australia RP 250.000 sebesar 2,5 GB yang bisa dipakai selama satu minggu. Dengan paket ini kita tetap bisa menggunakan Whatsapp, Instagram, Twitter, Facebook, dan media sosial lainnya untuk berinteraksi dengan teman-teman dan kerabat di Indonesia.

Uang dan ATM

Seperti halnya di China daratan, semua transaksi di Hainan menggunakan mata uang Yuan. Usahakan kamu sudah bawa Yuan tunai dari Indonesia. Jangan bawa Rupiah ke Hainan karena tidak laku. Kalopun terpaksa bawa mata uang asing, usahakan bawa US Dolar. Kalau kepepet, kamu bisa ambil tunai dari ATM, tentunya dengan biaya yang bervariasi tiap bank, sekitar Rp 15 – 25 ribu tiap sekali tarik tunai.

Pusat belanja oleh-oleh di Sanya

Makanan halal

Seiring majunya pariwisata Hainan, sudah banyak hotel dan restoran yang memenuhi kebutuhan makanan halal untuk wisatawan Muslim. Tour operator biasanya juga sudah bekerja sama dengan restoran atau rumah makan untuk menyajikan menu halal atau minimal no pork. Restoran halal paling banyak terdapat di Sanya. Selain itu menu tanpa pork, mayoritas menu di Hainan didominasi oleh seafood, karena wilayah ini merupakan penghasil ikan terbesar di China.

Pemandangan kota Sanya dari kawasan Deer Looking Back Garden

Cuaca dan bahasa

Hainan adalah satu-satunya pulau di China dengan iklim tropis yang hampir sama dengan di Indonesia. Jadi kalo ke Hainan tidak perlu bawa pakaian hangat atau jaket tebal, kecuali untuk bulan Desember sampai Februari yang cuacanya relatif agak sejuk karena imbas dari angin musim dingin di bagian utara dan China daratan.

Hampir semua orang Hainan sehari-harinya menggunakan bahasa China, sedikit sekali yang bisa bahasa Inggris, bahkan resepsionis hotel pun jarang yang bisa bahasa Inggris. Beruntunglah kalo kamu bisa sedikit bahasa Mandarin, setidaknya bisa sedikit berkomunikasi dengan warga lokal.

Secara umum, perjalanan di Hainan tidak bisa disamakan dengan China daratan. Menurut saya, Hainan lebih terasa seperti Phuket, Penang, atau Bali sebagai pulau wisata yang sudah punya fasilitas, akomodasi, dan transportasi memadai untuk wisatawan. Pastinya Hainan tak hanya menawarkan wisata pantai, wisata belanja, dan kuliner. Masih banyak hal-hal menarik di Hainan seperti desa wisata tradisional, kuil dan pagoda, serta pengobatan tradisional khas China yang dikemas sedemikian rupa untuk wisatawan mancanegara.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: