Jelajah Hoi An, Kota Sejuta Lampion di Vietnam Tengah

City of Lantern. Itulah julukan tak resmi Hoi An, kota pelabuhan di pesisir pantai Vietnam bagian tengah, sekitar 30 kilometer dari Da Nang.

Sudah lama saya merencanakan perjalanan ke Hoi An karena tertarik dengan budaya dan sejarah masa lalu yang sangat unik dari kota ini. Suasana Hoi An yang relatif sepi dan tak seramai kota metropolitan seperti Ho Chi Minh City dan Hanoi juga menjadi daya tarik berkunjung ke kota ini.

Untuk menuju Hoi An, cara paling mudah adalah dengan pesawat terbang. Bandara terdekat dengan Hoi An adalah Da Nang International Airport (DAD) di Da Nang. Saat ini belum ada penerbangan langsung dari Indonesia ke Da Nang, sehingga traveler Indonesia harus transit dulu di Ho Chi Minh City atau Ha Noi sebelum melanjutkan penerbangan domestik ke Da Nang.

Setelah tiba di bandara Da Nang, taksi atau ojek (xe om) adalah transportasi paling cepat menuju Hoi An. Pilihlah penerbangan pagi karena di sepanjang jalan menuju Hoi An kita bisa menikmati suasana countryside khas Vietnam yang masih alami dan belum tersentuh modernisasi.

Suasana pagi di sekitar walking street Hoi An
Suasana pagi di sekitar walking street Hoi An

Kota Hoi An sendiri sudah masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO karena dianggap memiliki peninggalan budaya dan sejarah yang patut dilestarikan. Lampion, ao dai (baju tradisional Vietnam), dan non la (topi khas Vietnam) banyak ditemui di sepanjang jalan kota Hoi An.

Untuk akomodasi, penginapan mulai dari kelas homestay hingga bintang tiga bisa dengan mudah didapatkan di sekitar Hoi An Old Town dan Hoi An Walking Street. Dua kawasan ini memang yang paling ramai dengan wisatawan, terutama pada sore hingga malam hari.

Menyusuri kota Hoi An pada sore hingga malam adalah waktu terbaik untuk merasakan chemistry kota ini. Dengan sepeda yang saya sewa dari homestay seharga 1 dolar per hari, dengan mudah saya menyusuri tiap jalanan kota Hoi An, terutama kawasan Old Town.

Hoi An heritage town, penuh dengan bangunan tua di sepanjang sungai
Hoi An heritage town, penuh dengan bangunan tua di sepanjang sungai

Old Town adalah spot paling ramai di Hoi An. Tak heran karena tempat ini penuh dengan cafe-cafe dan toko souvenir dengan hiasan lampion warna-warni berbagai ukuran. Wisatawan dijamin betah berlama-lama di sepanjang jalanan Hoi An Old Town untuk sekedar berfoto dan selfie.

Bergeser sekitar 500 meter dari Old Town terdapat Hoi An Walking Street yang pada malam hari sangat ramai dengan adanya Hoi An Night Market. Pada malam hari, lampu warna-warni dari gerai lampion menjadikan Hoi An memang pantas mendapat julukan City of Lantern.

Berminat untuk beli lampion sebagai oleh-oleh dari Hoi An? Lampion paling kecil dijual mulai harga 2 dolar, lampion ukuran sedang seharga 5 dolar, dan lampion besar harganya bervariasi antara 10 sampai 12 dolar. Lampion-lampion tersebut bisa dikemas sedemikian rupa sehingga aman untuk dibawa pulang naik pesawat.

Gerai lampion di sekitar Hoi An night market
Gerai lampion di sekitar Hoi An night market

Tentunya kurang lengkap menjelajah Hoi An tanpa mencicip kuliner khas kota ini. Tiga kuliner khas Hoi An yang pantang terlewatkan adalah Cao Lau, White Rose, dan Banh Mi.

Cao Lau berupa mie goreng dengan irisan daging dan sayuran segar. White Rose adalah appetizer berupa lebaran rice noodles dengan sayuran, mirip spring roll, serta Banh Mi yang merupakan sandwich khas Vietnam. Tertarik coba?

Berikut 7 rekomendasi destinasi yang bisa kamu kunjungi di Hoi An.

Japanese Covered Bridge

Orang lokal menyebutnya Cau Nhat Ban atau Pagoda Bridge. Sesuai namanya, jembatan yang terbuat dari kayu ini bernuansa Jepang -dengan sedikit unsur China, terletak di bagian barat Tran Phu Street. Di sekitar jembatan biasanya banyak penjual souvenir berupa lukisan dan lampion.

Jembatan bergaya Jepang yang sangat terkenal di Hoi An
Jembatan bergaya Jepang yang sangat terkenal di Hoi An

My Son Sanctuary

Lokasi ini berupa sisa-sisa reruntuhan Kerajaan Champa yang pernah berkuasa di bagian selatan Vietnam. Kerajaan yang diperkirakan berdiri pada abad ke-2 ini menganut Hindu. Banyak bagian dari situs bersejarah di My Son Sanctuary yang hancur karena perang.

Chinese Assembly Halls

Bangunan bersejarah ini dibuat oleh perantau China yang bermigrasi ke kawasan tengah Vietnam, terutama Hoi An. Gedung Chinese Assembly Halls kerap digunakan sebagai pusat pertunjukan dan pementasan budaya China di Hoi An.

Suasana romantis penuh lampion di Hoi An old town
Suasana romantis penuh lampion di Hoi An old town

Walking Street

Sesuai namanya, kawasan ini hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki. Wisatawan bebas menikmati suasana sore dan malam hari di Hoi An Walking Town, belanja souvenir, berfoto dengan latar belakang lampion dan nongkrong di cafe-cafe unik khas Hoi An.

Old Town

Penggemar sejarah, budaya, dan foto akan terpuaskan berada di kawasan ini karena keberadaan bangunan-bangunan tua yang terjaga keasliannya. Cafe-cafe dan toko souvenir dengan dekorasi unik menambah suasana khas Hoi An di tempat ini.

Belanjaj souvenir dan oleh-oleh khas Hoi An di night market
Belanjaj souvenir dan oleh-oleh khas Hoi An di night market

Night Market

Tiap sore hingga malam, kawasan Hoi An Walking Tour akan ramai dengan Night Market. Yang paling menarik dari night market di Hoi An adalah keberadaan gerai-gerai penjual lampion. Pengunjung bisa membeli lampion warna-warni dengan harga mulai dari USD 2.

An Bang Beach

Hoi An memiliki garis pantai yang landai dan memanjang di sisi barat. Pantai di Hoi An relatif belum banyak tersentuh bangunan sehingga wisatawan bisa menikmati suasana alami di tempat ini. Waktu terbaik berkunjjung ke An Bang Beach adalah saat sore untuk menikmati sunset.

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *