Kawah Wurung, Jamrud Bondowoso di Tengah Savana Pegunungan Ijen

Kata “wurung” berasal dari bahasa Jawa yang bermakna urung, tidak jadi, atau gagal.

Ya, Kawah Wurung merupakan kawah mati yang dikelilingi bukit-bukit kecil dan padang savana di sekitarnya.

Kawah Wurung terletak di Desa Jampit, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Untuk menuju kawah ini bisa melalui dua jalur, yaitu Bondowoso dan Banyuwangi.

Geosite Kawah Wurung terletak di antara perbatasan Desa Jampit dan Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso
Geosite Kawah Wurung terletak di antara perbatasan Desa Jampit dan Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso
Menara pandang yang terletak tak jauh dari anak tangga menuju Kawah Wurung
Menara pandang yang terletak tak jauh dari anak tangga menuju Kawah Wurung

Menurut Wikimapia, Kawah Wurung merupakan sisa-sisa kawah asli yang membentuk kaldera besar yang saat ini diapit Gunung Ijen dan Gunung Raung, mirip seperti kaldera Tengger di Bromo, namun tidak ada aktivitas vulkanis di dasar Kawah Wurung.

Panorama view Kawah Wurung dengan latar belakang Gunung Raung
Panorama view Kawah Wurung dengan latar belakang Gunung Raung

Keindahan Kawah Wurung terletak pada cekungan puncak bukitnya dan padang rumput yang sering disebut sebagai Jamrud Bondowoso. Lokasi ini merupakan area padang rumput terluas di Kabupaten Bondowoso.

Kawasan ini terbentuk dari aktivitas gunung berapi yang kompleks dan di sekitarnya terdapat Gunung Api Intra Kaldera Ijen yang terdiri atas Gunung Kawah Wurung, Gunung Genteng, Gunung Pendil, Gunung Pendlan, dan Gunung Anyar
Kawasan ini terbentuk dari aktivitas gunung berapi yang kompleks dan di sekitarnya terdapat Gunung Api Intra Kaldera Ijen yang terdiri atas Gunung Kawah Wurung, Gunung Genteng, Gunung Pendil, Gunung Pendlan, dan Gunung Anyar

Kawah Wurung memiliki ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut dan berada di area komplek Pegunungan Ijen.

Jalur trekking menuju view point Kawah Wurung
Jalur trekking menuju view point Kawah Wurung
Geosite Kawah Wurung memiliki keunggulan geologi berupa morfologi gunung api "teletubbies" intra kaldera
Geosite Kawah Wurung memiliki keunggulan geologi berupa morfologi gunung api “teletubbies” intra kaldera
Ternak warga sekitar di area padang rumput Kawah Wurung
Ternak warga sekitar di area padang rumput Kawah Wurung

Karena memiliki padang rumput yang subur, area sekitar Kawah Wurung juga menjadi tempat untuk melepas ternak-ternak warga sekitar, terutama sapi.

Pada musim hujan, selain pemandangan bukit dan savana yang menghijau, wisatawan juga bisa berfoto di area hamparan bunga sawi yang berwarna kuning.

Cara Menuju Kawah Wurung

Akses menuju Kawah Wurung sudah sangat aman dan nyaman, baik melalui jalur Bondowoso maupun Banyuwangi.

Lokasi Kawah Wurung mudah dijangkau dari Bondowoso dan Banyuwangi dengan kondisi jalan yang relatif sudah aspal dan bagus
Lokasi Kawah Wurung mudah dijangkau dari Bondowoso dan Banyuwangi dengan kondisi jalan yang relatif sudah aspal dan bagus

Dari arah Bondowoso, ikuti jalan menuju Wonosari, kemudian ambil jalur menuju Kawah Ijen. Setelah melalui jalur ini tinggal ikuti jalan saja hingga terlihat papan penunjuk jalan menuju Kawah Wurung.

Apabila dari Banyuwangi, wisatawan tinggal mengikuti jalur menuju Kawah Ijen lewat Licin. Kemudian setelah sampai pos Paltuding, terus saja mengikuti jalan raya hingga menemukan papan petunjuk bertuliskan Kawah Wurung. Jarak antara Paltuding Ijen dengan Kawah Wurung kurang lebih 7 kilometer saja.

Harga tiket masuknya RP 7.500 per orang, plus biaya parkir motor dan mobil (RP 2000 dan RP 4000).

Suasana sepi di Kawah Wurung selama pandemi Covid-19
Suasana sepi di Kawah Wurung selama pandemi Covid-19

Selama masa pandemi Covid-19 Kawah Wurung tetap buka setiap hari dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, cuci tangan, cek suhu tubuh, dan jaga jarak.

Beri Komentar