Lima Destinasi Cakep di ‘City of Samurai’ Kanazawa

Kanazawa. Sebenernya tak ada rencana sama sekali untuk singgah di kota yang berada di barat laut Jepang ini. Kanazawa awalnya sekedar jadi kota transit saya dari Kyoto dalam perjalanan menuju Shirakawago. Tapi, seperti kota-kota kecil lainnya di Jepang, tak butuh waktu lama bagi saya untuk jatuh cinta pada Kanazawa.

Setelah menempuh perjalanan sekitar empat jam dengan bus dari Kyoto, akhirnya saya tiba di Kanazawa Station. Kesan pertama saat memasuki “eki” ini adalah bangunan modern nan elegan dengan perpaduan kayu dan logam yang futuristik. Pantesan aja sih karena Kanazawa Station memang dikenal sebagai station paling futuristik di Jepang.

JR Bus dari Kyoto Station menuju Kanazawa Station

Karena tujuan utama memang ke Shirakawago, maka saya hanya pesan hostel semalem di Kanazawa. Tapi dua hari di Kanzawa sudah cukup untuk menikmati beberapa spot cakep khas “City of Samurai” ini.

Kanazawa Castle

Masuk ke area Kanzawa Castle bikin saya langsung inget Osaka Castle, dengan luas area dan bangunan yang lebih kecil. Meski tak semegah yang di Osaka, Kanazawa Castle punya kesan lebih unik, sepi, tenang, aman, dan nyaman. Dibangun tahun 1583 pada jaman Edo, Kanazawa Castle jadi “rumah” bagi penguasa dan klan Samurai pada masa tersebut. Itulah kenapa Kanazawa dikenal sebagai “City of Samurai”. Bangunan utama Kanazawa Castle dikelilingi parit dan taman. Karena saya kesini saat musim semi, deretan pohon Sakura yang mekar mempercantik kawasan kastil ini.

Tiket masuk Kanazawa Castle: Gratis
Jam buka: 7 pagi sampai 6 sore (Maret sampai Oktober), 8 pagi sampai 5 sore (Oktober sampai Februari)

Deretan pohon Sakura di gerbang depan Kanazawa Castle
Menara Hashizume-mon Tsuzuki Yagura, simbol Kanazawa Castle
Parit dan pohon Sakura mengelilingi bangunan utama Kanazawa Castle

Kenrokuen Garden

Tepat di seberang jalan Kanzawa Castle terdapat salah satu taman paling terkenal di Ishikawa, Kenrokuen Garden. Taman ini dibangun oleh Keluarga Maeda dan dibuka untuk umum pada tahun 1871. Karena letaknya di atas bukit, dari salah satu sudut taman ini kita bisa melihat pemandangan kota Kanazawa. Taman ini juga identik dengan beberapa kolam, air mancur, pepohonan rindang dan batuan besar. Konon, periode terbaik ke taman ini adalah saat musim gugur, dimana hampir semua daun di taman ini berubah warna menjadi kuning kemerahan yang berguguran memenuhi tiap sudut taman Kenrokuen.

Tiket masuk Kenrokuen: Gratis
Jam buka: 7 pagi sampai 6 sore (Maret sampai Oktober), 8 pagi sampai 5 sore (Oktober sampai Februari)

Jalan utama yang memisahkan Kanazawa Castle dan Kenrokuen Garden
Pemandangan kota Kanazawa dari Konrekuen Garden
Suasana musim semi di Konrekuen Garden, penuh Sakura

Untuk menuju Kanazawa Castle dan taman Kenrokuen, cara paling mudah dan murah adalah naik city bus dari Kanazawa Station. Kamu bisa beli tiket terusan harian (300 Yen). Kanazawa Loop Bus dan Kenrokuen Shuttle Bus adalah dua bis dari Kanazawa Station menuju Kanazawa Castle dan Kenrokuen, dengan bus stop di Kenrokuen-shita.

The Higashi Chaya-gai Geisha District

Higashi Chaya-gai mengingatkan saya pada Gion di Kyoto, kawasan tradisional dengan banyak rumah-rumah kayu khas jaman feodal Jepang yang dulunya dihuni oleh kaum pedagang dan bangsawan. Sesuai namanya, chaya, yang berarti “rumah teh”, di sini tradisi minum teh dengan kain kimono masih dipertahankan hingga sekarang. Juga ada tempat pertunjukan kesenian dan geisha, mirip dengan yang ada di Gion, tapi dengan suasana lebih sepi dan tradisional.

Sama seperti dua tempat sebelumnya, Higashi Chaya-gai juga bisa dikunjungi dengan tiket bis terusan harian, naik Kanazawa Loop Bus dari Kanazawa Station dan turun di Hashibacho bus stop, lalu jalan kaki lima menit untuk sampai di Higashi Chaya-gai.

Salah satu sudut Higashi Chaya-gai
Deretan pohon Sakura di kawasan sungai Higashi Chaya-gai

The Nagamachi Samurai District

Nagamachi Samurai District adalah tempat para samurai yang melegenda di Jepang berasal. Tapi jangan harap kamu akan ketemu Samurai kalo ke tempat ini sekarang. Deretan rumah-rumah tradisional Jepang dengan taman khas jaman Edo yang tertata bersih dan apik menjadi daya tarik wisatawan di Nagamachi.

Selain rumah-rumah penduduk, juga ada museum dan sejumlah stand kuliner. Untuk jalan-jalan dan berfoto di area ini gratis, tapi kalo untuk masuk museum Kanazawa Shinise Memorial Hall. dan Nomura Samurai House & Garden, ada tiket masuk sekitar 300 Yen.

Nagamachi Samurai District bisa diakses dengan bis kota Kanazawa Loop Bus dari Kanazawa Station, turun di Korinbo bus stop. Gunakan tiket terusan atau bayar 200 Yen dengan lama perjalanan tak sampai 10 menit.

Arsitektur rumah khas Jepang kuno di Nagamachi Samurai District
Suasana ala jaman feodal kekaisaran Jepang bisa kita rasakan di sini

Kanazawa Station

Tanpa perlu keluar stasiun pun sebenarnya ada obyek yang keren di Kanazawa, tak lain adalah Kanazawa Station itu sendiri. Kanazawa Station memadukan seni arsitektur tradisional dan modern dengan sempurna. Simbol utama dari stasiun ini adalah gerbang kayu di sisi barat dan timur yang juga menjadi simbol Kanazawa.

Di area stasiun sendiri tersedia pusat perbelanjaan dan convenience store, jadi kamu tak perlu ribet cari tempat oleh-oleh, Seven Eleven, Starbucks, dan Yoshinoya saat menunggu bis antar kota atau kereta JR dan Shinkansen ke kota lain dari Kanazawa.

Gerbang utama sekaligus simbol Kanazawa Station
Kanazawa Station disebut sebagai ‘eki’ paling futuristik di Jepang

Pada masa lalu, Kanazawa tidak punya pabrik atau industri, sehingga kota ini terhindar dari serangan Sekutu pada Perang Dunia 2. Karena relatif aman dari kerusakan perang, kawasan Kanazawa mampu mempertahankan keaslian bangunan dan tata kota yang bisa dinikmati sampai sekarang.

Selamat liburan di Kanazawa!

You may also like...

Popular Posts

Beri Komentar