Potret Langit Biru dan Perbukitan Sumba Sebelum Dilanda Badai Seroja

“Flight attendant prepare for landing,” inflight announcement dari pilot terdengar saat pesawat ATR 72-600 Citilink dari Kupang akan mendarat di Waingapu, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Dari window seat terlihat deretan bukit-bukit dan padang rumput Pulau Sumba yang masih tampak menghijau di akhir bulan Maret.

Musim hujan tahun ini memang lebih panjang dari tahun sebelumnya, termasuk di Sumba. Hujan yang masih sering turun di hampir semua wilayah Sumba membuat pulau ini terasa sejuk dengan pemandangan alamnya yang dominan hijau.

Bukit Wairinding, Tanarara, dan perbukitan menuju air terjun Tanggedu di Sumba Timur tampak seperti deretan Bukit Teletubbies tanpa ujung yang menghijau.

Demikian pula di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya. Area perbukitan di Lendongara, tak jauh dari Waitabula, juga terlihat hijau dengan latar belakang birunya Laut Savu dan Kepulauan Komodo serta Pulau Flores di sebelah utara.

Pantai Watuparunu di Sumba Timur tampak sepi dan lengang karena tak banyak wisatawan di masa pandemi
Pantai Watuparunu di Sumba Timur tampak sepi dan lengang karena tak banyak wisatawan di masa pandemi
Batu karang yang jadi pemandangan khas Pantai Watuparunu
Batu karang yang jadi pemandangan khas Pantai Watuparunu
Pantai berpasir putih di Watuparunu yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan
Pantai berpasir putih di Watuparunu yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan
Aktivitas di Watuparunu kini hanya segelintir nelayan yang cari ikan dan rumput laut
Aktivitas di Watuparunu kini hanya segelintir nelayan yang cari ikan dan rumput laut
Seekor kuda melintas di jalanan Sumba Timur
Seekor kuda melintas di jalanan Sumba Timur
Pemandangan khas savana di Sumba dengan beberapa ekor kuda di padang rumput
Pemandangan khas savana di Sumba dengan beberapa ekor kuda di padang rumput
Menjelang musim pancaroba juga menjadi musim ribuan belalang menyerbu padang rumput Sumba
Menjelang musim pancaroba juga menjadi musim ribuan belalang menyerbu padang rumput Sumba
View jalanan di Purukambera, Sumba Timur
View jalanan di Purukambera, Sumba Timur
Pemandangan bukit, persawahan, dan ladang menuju Tanggedu
Pemandangan bukit, persawahan, dan ladang menuju Tanggedu
Area perbukitan di Tanggedu tampak menghijau karena musim hujan tahun ini yang lebih lama
Area perbukitan di Tanggedu tampak menghijau karena musim hujan tahun ini yang lebih lama
Landscape di sekitar perbukitan Tanggedu, Sumba Timur
Landscape di sekitar perbukitan Tanggedu, Sumba Timur
Postcard perfect!
Postcard perfect!
Menikmati langit biru di savana Tanggedu, Sumba Timur
Menikmati langit biru di savana Tanggedu, Sumba Timur
Perjalanan menuju Tarimbang, sekitar 100 kilometer dari Waingapu
Perjalanan menuju Tarimbang, sekitar 100 kilometer dari Waingapu
Pantai Tarimbang yang dulu banyak dikunjungi wisatawan kini tampak sepi
Pantai Tarimbang yang dulu banyak dikunjungi wisatawan kini tampak sepi
Bukit Lendongara di Waitabula, Sumba Barat Daya
Bukit Lendongara di Waitabula, Sumba Barat Daya
Jalanan di area perbukita Tanarara, Sumba Timur
Jalanan di area perbukita Tanarara, Sumba Timur
Bukit Tanarara masih tampak menghijau pada awal bulan April
Bukit Tanarara masih tampak menghijau pada awal bulan April
Landscape Sumba Timur beberapa hari sebelum dilanda Badai Seroja
Landscape Sumba Timur beberapa hari sebelum dilanda Badai Seroja

Menjelang libur Paskah awal April 2021, cuaca berubah drastis. Langit biru di atas Waingapu berganti awan tebal dan gerimis sepanjang hari. Ini adalah permulaan dari badai siklon Seroja yang melanda NTT.

Bencana alam yang menyisakan duka dan kerusakan ini sekaligus menjadi pengingat bagi kita untuk mensyukuri sekecil apapun nikmat Tuhan yang ada, meskipun nikmat itu sebatas sinar matahari dan langit biru di siang hari.

Semoga badai dan bencana alam lekas berlalu sehingga saudara-saudara kita yang terdampak bencana dapat kembali bangkit dan beraktivitas seperti sedia kala.

——

Artikel ini juga dimuat di Kompasiana, Rabu 7 April 2021 dengan judul Potret Bukit dan Savana di Sumba Sebelum Dilanda Badai Seroja

Beri Komentar