Tujuh Hari di Raja Ampat, Jelajah Misool dan Wayag

Beberapa kali ke Raja Ampat tidak membuat saya cepat bosan dengan destinasi alam di Papua Barat ini. Raja Ampat yang menjadi bucketlist banyak traveler ini seperti tak ada habisnya untuk dijelajah, terutama bawah lautnya.

Baca juga: 10 Spot Cantik di Wayag dan Tips Liburan ke Raja Ampat

Ini adalah trip Raja Ampat kedua saya dalam dua bulan terakhir. Sama seperti trip sebelumnya, cuaca panas, langit biru, dan ombak laut yang tak terlalu besar mewarnai hampir sepanjang tujuh hari trip, empat hari di Misool dan tiga hari di Wayag.

Seperti biasa, pagi itu pesawat saya landing di Sorong. Hampir semua flight dari Jakarta dan Surabaya landing pagi di Sorong, ada yang transit Makasar, ada yang direct flight. Landing pagi di Sorong sangat cocok buat yang mau ke Raja Ampat karena masih ada waktu untuk sarapan dan belanja logistik trip, sebelum naik express boat ke Misool atau Wayag.

Kapal express dari Pelabuhan Rakyat Sorong ke Misool berangkat seminggu tiga kali, hari Senin, Rabu, dan Jumat. Harga tiketnya Rp 250.000 untuk kelas ekonomi (seat per orang, AC, TV). Untuk pulangnya, dari Misool ke Sorong tiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Sedangkan kapal dari Sorong ke Waisai untuk trip ke Wayag berangkat tiap hari jam 9 pagi dan 2 siang. Harga tiketnya pun lebih murah, Rp 50 ribu per orang.

Penyeberangan dari Sorong ke Misool ditempuh dalam waktu empat jam, demikian sebaliknya. Sedangkan dari Sorong ke Wayag perlu waktu dua jam. Buat yang sering mabuk laut, siapin kantong kresek karena goncangan di kapal lumayan besar, terutama saat musim angin selatan, sekitar bulan Juni sampai September.

Jadi, rute yang saya ambil dalam dua trip awal tahun ini adalah Sorong – Misool – Sorong – Wayag. Setelah kapal express sandar di Pelabuhan Yelu, saya sudah dijemput oleh Pak Wahab, beliau yang mengelola Nut Tonton Homestay, satu-satunya cottage terapung di atas pulau di Misool. Sepintas, bayangkan seperti resort Ora Beach di Maluku, tapi dengan pemandangan tebing-tebing karst dan lautan biru khas Raja Ampat.

Nut Tonton Homestay punya 12 kamar dan 2 cottage. Satu kamar bisa diisi dua orang dan satu cottage bisa ditempati empat orang. Semua kamar dan cottage terapung di atas laut, jadi buat yang suka snorkeling, bisa langsung nyebur dari depan kamar. Terumbu karangnya masih alami, juga banyak soft coral, bintang laut, dan berbagai jenis ikan, dari napoleon, nemo, sampai baby shark.

Oh iya, selama trip di Misool, jangan berharap ada sinyal. Bukan lagi susah sinyal, tapi bener-bener gak ada sinyal. Kalo beruntung, ada jaringan lemah yang masuk, tapi itu pun cuma bisa untuk sms dan telpon satu-dua menit. Jadi, di Misool ini bener-bener detox digital. Pikiranmu akan fresh tanpa gosip selebriti atau hoax politik, karen yang dilihat tiap hari cuma langit biru, air laut yang bening, serta ikan dan terumbu karang warna-warni.

Satu lagi, Misool -dan Raja Ampat pada umumnya- adalah surga penghasil ikan, lobster, cumi, dan makanan laut lainnya. Jadi siap-siap puas makan seafood selama trip Raja Ampat. Hasil tangkapan laut di sini pun dijamin segar karena baru ditangkap pada siang atau sore hari, sebelum dimasak untuk makan malam. Di sini ikan lebih murah daripada beras. Jadi bener kata Bu Susi, yang tidak makan ikan, tenggelamkan, hahaha!

Trip Misool

Idealnya, perlu empat hari tiga malam stay di Misool untuk explore spot-pot cakep di kawasan ini. Hari pertama dan terakhir biasanya untuk transfer in-out saja, jadi kamu punya dua hari penuh untuk explore Misool. Hari pertama explore, tempat-tempat yang bisa dikunjungi yaitu Namnol, Balbuol, Dafalen, Yapap, dan snorkeling atau free dive di sekitar homestay Misool.

Namnol adalah pantai landai dan perairan dangkal dengan batuan karang sebagai latar belakangnya, cocok untuk berenang, snorkeling, dan foto. Balbuol identik dengan batu karang berbentuk kerucut menyerupai pohon natal. Sementara itu Dafalen atau dulu dikenal dengan nama Puncak Harfat adalah bukit dengan pemandangan luar biasa indah di puncaknya. Sudah ada tangga kayu untuk menuju puncak bukit ini. Dermaga di spot ini juga bisa menjadi tempat berenang dan snokeling. Yapap hampir sama dengan Namnol, tapi dengan latar belakang batu karang yang lebih tinggi.

Untuk hari kedua, pilihannya bisa menuju Bukit Love, Goa Keramat, dan Danau Ubur-ubur. Urutan itinerary ini bisa berubah-ubah tergantung cuaca dan ombak.

Bukit Love, sesuai namanya bukit ini identik dengan pemandangan laut yang berbentuk love atau hati dan dikeliling batuan karang raksasa yang menjulang tinggi. Hati-hati saat trekking ke puncak bukit ini karena jalurnya masih berupa tangga kayu sederhana, batu, dan tanah merah yang licin ketika musim hujan. Goa Keramat adalah goa dengan aliran air laut di dalamnya sepanjang kurang lebih 250 meter. Di lokasi ini terdapat dua makam leluhur yang dipercaya sebagai penyebar ajaran Islam di Misool. Sementara itu di Danau Ubur-ubur kamu bisa berenang dengan ratusan ubur-ubur jinak yang tidak menyengat. Yang perlu diperhatikan adalah, kamu tidak boleh memakai fins dan sunblock saat berenang di danau ubur-ubur ini untuk menjaga kelangsungan hidup makhluk yang tampak lembut dan “kenyal” seperti jelly ini.

Trip Wayag

Dari Misool di kawasan selatan Raja Ampat yang sudah cukup dekat dengan Maluku, saya menuju Wayag di bagian utara, berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik. Sebelum menuju Wayag, saya kembali ke Sorong untuk istirahat semalam dan membeli sejumlah keperluan. Untuk akomodasi, banyak hotel kelas melati di Sorong dengan harga mulai Rp 250 ribu per malam. Kalau ingin hotel berbintang, pilihannya antara lain Swiss-Belhotel, Fave Hotel, dan Mamberamo Hotel.

Udah jauh-jauh ke Raja Ampat, rugi kalau cuma main ke Misool saja, atau ke Wayag saja. Idealnya memang langsung dua-duanya. Karena lokasinya yang relatif lebih dekat dengan Sorong, Wayag lebih ramai dikunjungi wisatawan dibandingkan Misool. Juga, cuaca di Wayag cenderung lebih bersahabat dan ombaknya tidak terlalu besar. Infrastruktur dan fasilitas di Wayag juga lebih memadai, bahkan sudah ada bandar udara di Waisai.

Berbeda dengan perjalanan ke Misool yang menggunakan kapal umum Marina Express, untuk menjelajah Wayag kami menyewa speedboat yang bisa diisi sampai 20 orang. Spot pertama yang dikunjungi dalam perjalanan ke Wayag adalah Sawandarek. Di dermaga pulau ini kita bisa snorkeling dan diving dengan pemandangan terumbu karang dan biota laut yang mengagumkan. Tak jarang, anak-anak kecil dari desa Sawandarek juga ikut bermain di bawah air. Mereka juga bermain kano di sekitar pantai dan dermaga.

Setelah basah-basahan di Sawandarek, perjalanan berlanjut ke Pianemo, spot paling populer di Raja Ampat. Di sini ada dua tempat view point, yaitu danau bintang dan puncak Pianemo. Di danau bintang, kita harus treking mendaki tangga berbatu, sedangkan di puncak Pianemo jalur pendakiannya sudah sangat nyaman, dari dermaga hingga puncak tinggal mengikuti anak tangga yang terbuat dari kayu. Dari puncak Pianemo ini kita bisa menikmati pemandangan lautan biru kehijauan dengan pulau-pulau kecil yang tersebar khas pemandangan Raja Ampat.

Menjelang senja, speedboat merapat di pulau Salio, dimana terdapat homestay Prajas tempat kami menginap selama dua malam. Homestay ini berada di tepi pantai, beningnya air laut terlihat saat rombongan schooling fish melintas di sekitar dermaga. Di seberang homestay ada kampung nelayan, untuk menyeberang ke kampung ini hanya perlu sepuluh menit saja naik perahu motor sederhna. Antara homestay dan kampung nelayan ini sebenarnya masih satu pulau, tapi karena bentuk pulau menyerupai huruf “U” dan tidak ada akses jalur darat, maka transportasi paling mudah adalah naik perahu motor.

Sama seperti di Misool, jangan terlalu berharap ada sinyal di homestay ini. Lupakan hp sejenak, pandangi langit malam dari dermaga, ribuan bintang tampak bersinar terang karena tak ada polusi cahaya di tempat ini. Dari dermaga juga bisa menikmati sunrise dan sunset. Yang istimewa dari homestay ini adalah ikan dan lobster yang melimpah. Siap-siap saja sampai bosan makan ikan di tempat ini karena tiap hari akan disajikan menu ikan segar dan lobster yang melimpah.

Hari kedua di Wayag, kamu bisa explore seharian penuh tempat-tempat keren yang menjadi kiblat-nya destinasi wisata alam di Indonesia. Spot pertama adalah puncak Wayag 2, di sini kamu harus trekking dari tebing di pinggir laut dengan jalur berbatu yang lumayan terjal. Pakailah sepatu dan sarung tangan apabila belum terbiasa trekking. Kurang lebih 30 menit, kamu akan sampai puncak dengan pemandangan seperti ini…

Belum puas dengan spot tadi? Speedboat akan membawa kamu ke Wayag 1, dengan jalur pendakian yang lebih landai -di awalnya saja- dan lebih teduh karena banyak pohon rindang. Di puncaknya sangat panas dan terik. Tapi rasa capek dan lelah akan terbayar lunas dengan pemandangan WOW-nya Raja Ampat!

Dari puncak Wayag 1 dan 2, kita menuju Waigeo untuk berenang dengan… hiu! Beneran, di perairan pulau ini kamu bisa berenang dengan belasan ekor hiu yang panjangnya bisa mencapai tiga sampai empat meter. Tidak seperti hiu di Karimun Jawa yang memang sengaja dipelihara di penangkaran, hiu-hiu di Waigeo ini adalah hiu yang hidup di alam bebas. Berbahayakah? Selama kamu tidak membuat gerakan agresif, hiu-hiu tak akan menyerang. Guide akan membantu “memanggil” hiu-hiu tadi dengan melempar umpan. Tanpa berenang dan snorkeling pun kamu bisa melihat langsung predator lautan ini mendekat ke kakimu di tepi pantai!

Hari terakhir di Wayag, masih ada dua spot yang bisa dikunjungi sebelum kembali ke Sorong, yaitu Arborek dan Pasir Timbul. Arborek adalah sebuah pulau dengan satu desa yang sangat terkenal, sebuah desa percontohan pengelolaah wisata bahari terbaik di Raja Ampat. Di desa ini ada taman baca anak-anak, sekolah dasar, gereja, dan sejumlah homestay. Aktivitas snorkeling dan free dive bisa dilakukan di sekitar dermaga, hampir sama seperti di Sawandarek.

TENTANG RAJA AMPAT

Raja Ampat terletak di barat laut “kepala burung” Papua, masuk bagian Provinsi Papua Barat. Kabupaten Raja Ampat terdiri dari 4 pulau utama: Waigeo, Batanta, Salawati, dan Misool. Selain itu ada 600-an pulau kecil dengan ibu kota Waisai. Kota terdekat yang menjadi gerbang masuk Raja Ampat adalah Sorong, dengan bandar udara Domine Eduard Osok (SOQ). Zona waktu di Raja Ampat adalah WIT, lebih cepat dua jam dari WIB.

MENUJU RAJA AMPAT

Lewat jalur udara dari manapun, turun di bandara Sorong. Harga tiket PP normal Jakarta – Sorong sekitar Rp 4 juta. Beberapa maskapai melayani penerbangan langsung atau direct flight, ada juga yang transit Makasar, Manado, atau Ambon. Kemudian lanjut dengan kapal express (umum) atau speedboat (sewa) dari pelabuhan Sorong. Kapal umum berangkat dari Pelabuhan Pelayaran Rakyat, speedboat berangkat dari Pelabuhan Usaha Mina atau Pelabuhan Marco Polo. Jarak dari bandara ke area pelabuhan sekitar 15 menit naik mobil.

Saat ini juga sudah ada penerbangan dari Sorong ke Raja Ampat dengan maskapai Wings Air dan Susi Air, turun di Bandara Marinda Raja Ampat di Waisai.

BEST TIME TO VISIT

Waktu terbaik liburan ke Raja Ampat adalah antara bulan November sampai April. Hindari periode Juni sampai Oktober karena ombak besar dan cuaca buruk, terutama Misool yang terkana dampak angin selatan. Pada musim pancaroba bulan Mei dan Juni, cuaca sulit ditebak, kadang ombak besar dan badai datang tiba-tiba, terutama di Misool.

AKOMODASI

Sorong: Kenapa perlu menginap di Sorong? Saya sarankan untuk mengambil ekstra satu malam di Sorong -sehari sebelum flight kembali ke kota asal, agar tidak terburu-buru dan perjalanan tetap nyaman. Ada banyak hotel kelas melati di Sorong dengan harga mulai Rp 250 ribu per malam. Kalau ingin hotel berbintang, pilihannya antara lain Swiss-Belhotel, Fave Hotel, dan Mamberamo Hotel.

Misool: Beberapa penginapan homestay ala backpacker ada di sekitar Pelabuhan Yelu. Tapi bagi yang ingin suasana lebih nyaman, semi resor di pantai atau di atas laut, salah satu pilihannya adalah Nut Tonton. Harga di resor dihitung per kepala, bukan kamar, karena sudah include makan 3X sehari, harganya mulai dari Rp 400 sampai 750 ribu per malam.

Wayag: Banyak pilihan penginapan di Waisai, ibukota Raja Ampat, dengan harga mulai Rp 200 ribu per malam untuk 2 orang. Bila ingin suasana pantai dan pulau, traveler bisa memilih penginapan semi resor di Waigeo, Mansuar, Kabui, dan Salio. Harga penginapan di pulau-pulau ini untuk satu orang mulai dari Rp 350 ribu sampai 650 ribu per malam.

OLEH-OLEH

Liburan kurang lengkap tanpa oleh-oleh, begitu pula di Raja Ampat. Di Wayag ada beberapa toko souvenir kerajinan Papua seperti tas, gantungan kunci, dan kaos di Pianemo, Arborek, dan Waisai tentunya. Pilihan oleh-oleh paling banyak pastinya ada di Sorong, mulai dari kerajinan khas Papua, batik, sampai kuliner seperti roti abon gulung, keripik keladi, dan kopi Sorong.

DO’S & DON’TS DI RAJA AMPAT

Do’s

• Setiap traveler wajib membeli pin/tag Raja Ampat sebagai tarif jasa lingkungan yang berlaku selama satu tahun. Harga pin untuk WNI Rp 500 ribu, WNA Rp 1 juta. Pin ini juga sebagai tanda masuk kawasan Taman Laut Raja Ampat.

• Apabila sewa speedboat, pastikan kondisi mesin dalam keadaan baik dan crew yang berpengalaman untuk berkeliling Raja Ampat.

• Siapkan baju siap basah untuk snorkeling dan pakaian yang nyaman untuk treking. Aktivitas di Raja Ampat sebagian besar terdiri dari snorkeling dan treking atau mendaki bukit.

• Bawa keperluan pribadi seperti drybag, sunblock, lotion atau spray anti nyamuk, sandal gunung atau sepatu treking, sarung tangan, alat snorkeling lengkap dengan fins, kamera tahan air. Bagi yang melakukan diving trip, cek kelayakan alat selam dan pilih dive operator yang berpengalaman.

• Jaga kondisi tubuh selama di Raja Ampat dengan banyak minum air putih, konsumsi vitamin C, dan konsumsi buah-buahan segar. Maksimalkan waktu istirahat dengan baik, kurangi begadang pada malam hari karena siang harinya aktifitas full di Raja Ampat.

• Selama di Raja Ampat, semua makanan hampir pasti seafood (bakar dan goreng). Bagi yang punya pantangan seafood, bawalah abon, sambal kering, atau menu kesukaan lain. Bawa juga obat-obatan pribadi karena akan sulit ditemui apotik atau toko obat di sekitar penginapan (kecuali di Sorong).

• Siapkan uang tunai sesuai kebutuhan. Tidak ada ATM di pulau-pulau kecil sekitar Misool dan Wayag. ATM ada di Waisai dan Sorong. Untuk di Sorong, pilihannya ada BRI dan BNI, sedangkan di Waisai hanya ada BRI.

Baca juga: 10 Spot Cantik di Wayag dan Tips Liburan ke Raja Ampat

Don’ts

• Nekat pergi seorang diri ke Raja Ampat. Untuk berkeliling Raja Ampat, satu-satunya cara adalah dengan sewa speedboat. Biaya sewa speedboat untuk ke Wayag sekitar Rp 25 juta, sedangkan sewa keliling Misool per hari sekitar Rp 4 sampai 6 juta. Karena mahalnya biaya sewa speedboat itulah kamu harus pergi dalam rombongan, idealnya kurang lebih 10 orang.

• Selama di Raja Ampat, itinerary bersifat fleksibel karena sangat tergantung pada cuaca dan ombak. Perubahan itinerary sudah biasa terjadi selama ada koordinasi antara tour operator, crew speedboat, dan peserta trip.

• Paling penting, jangan ke Raja Ampat saat musimnya kurang bagus, yaitu periode hujan, angin, dan ombak tinggi antara bulan Juni sampai September.

BERAPA BUDGET KE RAJA AMPAT?

Pertanyaan ini paling sering muncul karena Raja Ampat masih identik dengan “mahal”. Hilangkan stigma mahal pada Raja Ampat dan gantilah dengan “terjangkau”. Kalau memang sudah masuk bucketlist, kamu pasti bisa sampai Raja Ampat.

Estimasi budget per orang ke Raja Ampat untuk non diver berkisar Rp 6 juta per orang (estimasi jumlah peserta 10-14 orang) dengan durasi tiga hari empat malam (Misool saja atau Wayag saja). Biaya ini belum termasuk tiket pesawat dan menginap di homestay semi resor. Untuk diver dengan paket dive operator, biaya satu minggu di Misool dan Wayag (atau salah satunya saja) mulai dari Rp 15 juta.

Tips menekan budget di Raja Ampat

1. Pilih trip operator yang sudah berpengalaman membawa group dan memiliki kerja sama yang baik dengan sdm lokal di Raja Ampat. Dalam dua trip terakhir, saya merekomendasikan 8elapan Trip yang sudah berpengalaman membawa trip-trip ke Indonesia timur mulai dari Lombok, Flores, Sumba, Maluku, dan tentunya Raja Ampat.

2. Pergi dalam rombongan group atau open trip yang sudah ditentukan tanggalnya, minimal 10 orang. Idealnya 14-18 orang (jangan lebih) sesuai kapasitas speedboat.

3. Usahakan tidak ada gap usia dan minat yang terlalu jomplang dalam satu grup. Misalnya dalam satu grup rata-rata peminat snorkeling dan free dive semua. Kondisi ini akan memudahkan pengaturan kegiatan, jadwal, dan peralatan selama di Raja Ampat.

4. Hindari peak season (libur sekolah, hari raya, dan tahun baru) antisipasi banyaknya peserta lain pada satu spot di Raja Ampat. Selain itu, pemesanan homestay dan speedboat lebih mudah dilakukan saat low season. Tiket pesawat ke Sorong juga lebih murah bila kita tidak terbang saat periode high season.

Follow Travlesia di Instagram dan Twitter untuk foto dan video update dari destinasi lainnya di Indonesia dan Asia.

You may also like...

Popular Posts

1 Comment

  1. waaah pengen banget ke raja ampat, 7 hari puas lah yaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *