Wajah Baru Taman Nasional Baluran dan Kawah Ijen

Dengan beberapa perbaikan dan renovasi, Taman Nasional Baluran dan Kawah Ijen makin cakep dikunjungi.

Pertengahan Mei 2019, saya dan beberapa temen dari Malang kembali melakukan road-trip ke Banyuwangi. Dua tempat yang kami tuju di trip akhir pekan singkat ini adalah Taman Nasional Baluran dan Kawah Ijen. Kebetulan sih semua temen-temen dari Malang ini sebelumnya belum pernah ke Baluran dan Ijen, saya pun jadi guide dadakan menuju ujung timur pulau Jawa ini.

Saya sendiri terakhir ke Baluran dan Ijen sekitar enam bulan lalu. Dan ternyata sudah banyak yang berubah dari dua tempat ini, perubahan yang lebih baik tentunya.

Di Taman Nasional Baluran, akses jalan masuk menuju “Africa van Java” ini sudah diaspal mulus, mulai dari pintu masuk taman nasional di pinggir Jalan Raya Situbondo – Banyuwangi, sampai menuju Savana Bekol dan Pantai Bama.

Jalanan beraspal dari Savana Bekol menuju Pantai Bama
Savana Bekol, Taman Nasional Baluran

Dengan adanya jalan beraspal yang sudah nyaman dan aman ini, perjalanan menuju Savana Bekol dan Pantai Bama pun jadi lebih cepat. Dulu yang ditempuh dengan waktu hampir dua jam, sekarang cuma 30 menit saja.

Spot foto di Savana Bekol dengan latar belakang Gunung Baluran
Savana Bekol yang menghijau setelah musim hujan

Pantai Bama pun tak lepas dari pembenahan. Suasana pantai kini jadi lebih nyaman dan aman. Area parkir luas, toilet bersih, banyak tempat duduk dari batang pohon dan ayunan di pinggir pantai, serta hutan Mangrove yang tetap terjaga keaslian dan keindahannya.

Pantai Bama, sekitar 2 km dari Savana Bekol
Hutan Mangrove di Pantai Bama
Makin banyak obyek dan wahana baru di area Pantai Bama
Dermaga Mangrove di Pantai Bama

Karena saya kesini pada bulan Mei, suasana di Baluran masih dominan warna hijau, bekas musim hujan yang cukup panjang. Kalau ingin suasana dan panorama yang lebih gersang, kering, dan dominan warna coklat, kamu bisa datang ke sini sekitar bulan Agustus dan September.

Setelah Baluran, malam harinya kami meluncur ke Kawah Ijen. Destinasi yang terkenal dengan “blue fire”nya ini pun tak luput dari pembenahan dan perbaikan. Jalur trekking dari Paltuding menuju puncak Gunung Ijen dengan view kawah, kini makin nyaman dengan banyaknya rest area dan toilet.

Pemandangan dari salah satu sudut puncak Kawah Ijen
Lokasi tambang belerang di salah satu tepian Kawah Ijen
Periode terbaik ke Kawah Ijen adalah antara bulan Mei sampai September

Setelah melewati Pos 1, jalur trekking sudah diberi tepian tangga sehingga wisatawan bisa naik dan turun dengan lebih nyaman, serta memberi kesan lebih indah yang terlihat saat matahari mulai muncul di pagi hari.

Jalur trekking di Kawah Ijen setelah renovasi
Sesaat setelah sunrise adalah momen terbaik menikmati view Kawah Ijen

Jadi, meskipun kamu sudah pernah ke Baluran atau Kawah Ijen sebelumnya, tak ada salahnya untuk kembali lagi melihat keindahan dua destinasi alam ini. Happy journey!

A journey is best measured in friends, they said
Momen ini adalah salah satu view terbaik dari beberapa kali pergi ke Kawah Ijen

You may also like...

Popular Posts

Beri Komentar