Waktu Terbaik dan Tips Liburan Empat Musim di Jepang

Kapan sih waktu terbaik untuk liburan ke Jepang?

Pertanyaan ini sering saya dapat dari temen-temen yang pengen atau lagi merencanakan liburan ke Jepang. Dan jawabannya bisa jadi sangat subyektif. Saya sendiri paling suka musim gugur atau autumn yang jatuh di bulan November.

Jepang adalah negara empat musim. Tiap musim punya keunikan masing-masing. Musim semi, musim, panas, musim gugur, hingga musim dingin punya destinasi wisata dengan pesona dan keunikannya sendiri.

Tentunya tidak semua wisatawan suka musim panas, seperti halnya tidak semua orang suka musim dingin atau salju. Yang paling penting sebenernya adalah bukan pada musimnya, tetapi minat kita dan periode berlangsungnya empat musim di Jepang. Jangan sampai, misalnya, udah jauh-jauh dan mahal-mahal mau lihat sakura di Jepang, eh ternyata sudah masuk musim panas yang berarti masa mekar sakura sudah habis.

Berikut beberapa informasi singkat, panduan, rekomendasi destinasi, dan travel tips untuk liburan empat musim di Jepang.

Musim Semi (Maret – Mei)

Musim semi atau haru adalah puncaknya wisatawan berkunjung ke Jepang karena identik dengan bunga Sakura yang mulai mekar. Pada musim ini orang Jepang punya budaya hanami, yaitu piknik bersama teman atau keluarga di bawah pohon sakura yang mekar. Puncak musim semi disebut setsubun nohi dan biasanya berlangsung sekitar pertengahan Maret. Cuaca pada musim ini umumnya cerah berawan. Suhu rata-rata di Tokyo antara 8 sampai 18 derajat Celcius.

Rekomendasi destinasi musim semi di Jepang: Tokyo, Kawaguchiko, Osaka, Kyoto, Kanazawa.

Tips liburan musim semi di Jepang:
• Booking tiket pesawat dan hotel sejak jauh hari karena musim semi adalah peak season di Jepang.
• Selalu perhatikaan sakura forecast untuk mendapatkan momentum terbaik mekarnya bunga sakura.
• Bergabunglah dengan warga lokal saat melakukan hanami, lebih seru dan menyenangkan.
• Cari spot-spot sakura yang anti mainstream untuk menghindari menumpuknya wisatawan di satu tempat.

Musim Panas (Juni – Agustus)

Musim panas atau natsu adalah periode low season untuk wisatawan asing ke Jepang. Meski demikian, kamu bisa menikmati berbagai festival musim panas karena periode ini identik dengan musim menanam padi di Jepang dan musim liburannya orang Jepang ke pantai. Cuaca musim ini umumnya panas, cerah, lembab, kadang hujan di bulan Juli. Suhu rata-rata di Tokyo antara 20 sampai 29 derajat Celcius.

Meskipun judulnya “musim panas”, justru pada periode ini di beberapa wilayah Jepang sering terjadi angin kencang, hujan atau tsuyu, hingga banjir karena badai tropis dan taifun. Biasanya terjadi sekitar bulan Juli. Jadi siapkan payung atau jas hujan apabila berlibur ke Jepang pada periode pertengahan tahun.

Rekomendasi destinasi musim panas di Jepang: Fukuoka, Kanazawa, Okinawa.

Tips liburan musim panas di Jepang:
• Perhatikan jadwal festival musim panas pada tiap kota yang akan dikunjungi.
• Tak perlu bawa jaket tebal karena umumnya cuaca di Jepang hampir sama dengan di Indonesia.
• Biar lebih modis, tak ada salahnya mencoba pakai yukata dan uchiwa atau topi dan kipas Jepang.
• Pada periode ini biasanya tiket pesawat dan hotel dijual lebih murah karena masa low season di Jepang.

Musim Gugur (September – November)

Musim gugur atau autumn, orang Jepang menyebutnya aki, adalah musim favorit saya di Jepang. Musim ini ditandai dengan mulai rontoknya dedaunan di pohon-pohon, cuaca mulai kembali sejuk, dan daun momiji mulai berubah warna menjad kuning, oranye, merah, dan keemasan. Tak jarang, warna kuning kemerahan menutupi hampir seluruh pepohonan di bukit atau taman di Jepang. Sangat cantik dan romantis. Cuaca pada musim gugur umumnya cerah dan berawan. Suhu di Tokyo mulai turun antara 10 sampai 18 derajat Celcius.

Rekomendasi destinasi musim gugur di Jepang: Tokyo, Ibaraki, Kyoto, Nikko, Kawaguchiko.

Tips liburan musim gugur di Jepang:
• Hampir sama seperti musim semi, usahakan booking tiket dan hotel jauh hari karena masuk periode high season.
• Perhatikan autumn forecast karena warna kemerahan daun musim gugur di satu kota berbeda dengan kota lain.
• Sesuaikan baju dengan cuaca musim gugur yang mulai sejuk karenaa peralihan dari musim panas ke musim dingin.

Musim Dingin (Desember – Februari)

Fuyu atau musim dingin identik dengan salju. Cuaca umumnya cerah berawan dan mulai turun salju pada bulan Desember. Suhu di Tokyo berkisar antara 2 sampai 7 derajat Celcius. Turunnya salju di Jepang -begitu pula dengan sakura dan autumn- tidak serentak karena letak geografis negara ini yang memanjang dari utara ke selatan. Pada musim ini wisatawan asing di Jepang umumnya berasal dari negara tropis yang ingin merasakan salju. Aktivitas favorit antara lain bermain ski, snowboard dan ice skating. Kalau tidak tahan dingin, kamu bisa sedikit cari kehangatan dengan berendam di pemandian air panas atau onsen.

Rekomendasi destinasi musim dingin di Jepang: Nagano, Hokkaido, Honshu, Shirakawago, dan Fujiten.

Tips liburan musim dingin di Jepang:
• Bawa jaket tebal, pakaian dan aksesoris musim dingin, setidaknya untuk beberapa hari awal di Jepang
• Perhatikan winter forecast karena cuaca buruk dan badai salju kadang mengganggu aktivitas dan perjalanan
• Jaga kesehatan dan periksa ke dokter sebelum berangkat, terutama kondisi tubuh yang berkaitan dengan cuaca dingin

Nah, dengan penjelasan singkat di atas, sekarang kamu sudah bisa merencanakan liburan ke Jepang sesuai musim favoritmu. Jangan sampai liburannya di bulan September tapi bawa setumpuk jaket tebal sampai bikin koper penuh. Atau datang ke Jepang pada bulan Februari tapi cuma bawa beberapa lembar kaos tipis.

Happy journey!

You may also like...

Popular Posts

Beri Komentar