10 Hal Menarik Tentang Kawah Wurung, Dari Kaldera Sampai Kebun Bunga

Kawah Wurung di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, memiliki pemandangan alam yang unik berupa kawah mati berbentuk cekung yang dikelilingi bukit dan padang rumput.

Baca juga: Kawah Wurung, Jamrud Bondowoso di Tengah Savana Pegunungan Ijen

Berikut 10 hal yang mungkin belum kamu ketahui tentang Kawah Wurung.

1. Arti kata Wurung

Kata wurung berasal dari bahasa Jawa yang bermakna urung, tidak jadi, atau gagal. Sesuai namanya, Kawah Wurung merupakan kawah mati yang dikelilingi bukit-bukit kecil dan padang savana di sekitarnya.

Kawah Wurung berupa kawah mati di puncak bukit cekung yang dikelilingi padang rumput
Kawah Wurung berupa kawah mati di puncak bukit cekung yang dikelilingi padang rumput

2. Identik dengan Gunung Bromo

Tidak ada catatan pasti mengenai sejarah terbentuknya maupun letusan Kawah Wurung. Namun beberapa teori mengatakan bahwa Kawah Wurung merupakan sisa-sisa kawah asli yang membentuk kaldera besar yang saat ini diapit Gunung Ijen dan Gunung Raung, mirip seperti kaldera Tengger di Bromo, namun tidak ada aktivitas vulkanis di dasar Kawah Wurung.

3. Masih bagian dari Pegunungan Ijen

Kawah Wurung terletak di dalam area komplek Pegunungan Ijen dengan ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut.

Puncak Gunung Ijen terlihat dari view-point Kawah Wurung
Puncak Gunung Ijen terlihat dari view-point Kawah Wurung

4. Terlihat puncak Gunung Ijen dan Gunung Raung

Karena berada di tengah-tengah Gunung Ijen dan Gunung Raung, maka dari area Kawah Wurung terlihat jelas puncak Gunung Ijen dengan kepulan asap dari kawah sulfur-nya, serta puncak Gunung Raung di sisi barat.

5. Jamrud Bondowoso

Kawah Wurung sering disebut sebagai Jamrud Bondowoso karena merupakan area padang rumput terluas di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Padang rumput di sekitar Kawah Wurung
Padang rumput di sekitar Kawah Wurung

6. Sering disebut sebagai New Zealand-nya Bondowoso

Karena memiliki padang rumput yang subur, area sekitar Kawah Wurung juga menjadi tempat untuk melepas ternak-ternak warga sekitar, terutama sapi.

7. Kebun bunga Desa Jampit

Saat musim hujan, selain pemandangan bukit dan savana yang menghijau, wisatawan juga bisa berfoto di area hamparan tanaman sawi yang sedang berbunga dan berwarna kuning.

Hamparan bunga sawi yang mekar dan berwarna kuning di sekitar Kawah Wurung
Hamparan bunga sawi yang mekar dan berwarna kuning di sekitar Kawah Wurung

8 Ada dua jalur atau rute menuju Kawah Wurung

Kawah Wurung terletak di Desa Jampit, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Destinasi bisa ditempuh melalui dua jalur, yaitu dari Bondowoso dan Banyuwangi.

Dari arah Bondowoso, ikuti jalan menuju Wonosari, kemudian ambil jalur menuju Kawah Ijen. Setelah melalui jalur ini tinggal ikuti jalan saja hingga terlihat papan penunjuk jalan menuju Kawah Wurung.

Apabila dari Banyuwangi, wisatawan tinggal mengikuti jalur menuju Kawah Ijen lewat Licin. Kemudian setelah sampai pos Paltuding, terus saja mengikuti jalan raya hingga menemukan papan petunjuk bertuliskan Kawah Wurung. Jarak antara Paltuding Ijen dengan Kawah Wurung kurang lebih 7 kilometer saja.

9. Mercusuar Kawah Wurung

Terdapat sebuah menara pandang di dekat tulisan besar Kawah Wurung Bondowoso, tak jauh dari anak tangga dan block-letter raksasa di Kawah Wurung.

Akses menuju Kawah Wurung bisa dilalui dari jalur Bondowoso maupun Banyuwangi
Akses menuju Kawah Wurung bisa dilalui dari jalur Bondowoso maupun Banyuwangi

10. Tetap buka di masa pandemi Covid-19

Kawah Wurung buka 24 jam dan cocok untuk spot sunrise, sunset, maupun camping. Harga tiket masuknya RP 7.500 per orang, plus biaya parkir motor dan mobil (RP 2000 dan RP 4000), tambahan biaya camping RP 50 ribu.

Selama masa pandemi Covid-19 Kawah Wurung tetap buka setiap hari dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, cuci tangan, cek suhu tubuh, dan jaga jarak.

Beri Komentar

Scroll Up