AirAsia terbang ke Labuan Bajo!

Memasuki pekan terakhir bulan Juni 2019, kabar menggembirakan datang dari maskapai low cost AirAsia yang resmi terbang ke Labuan Bajo.

Penerbangan AirAsia ke Labuan Bajo menggunakan hub Denpasar. Jadi kalo kamu dari Jakarta, Surabaya, bahkan Kuala Lumpur mau ke Labuan Bajo dengan AirAsia, maka kamu mesti singgah atau transi di Denpasar, Bali.

Dikutip dari CNN Indonesia: PT Indonesia AirAsia menambah lima rute domestik baru yakni Jakarta-Lombok, Bali-Lombok, Yogyakarta-Lombok, Bali-Labuan Bajo, dan Surabaya-Kertajati. Kelima rute penerbangan baru tersebut mulai beroperasi pada 1 Agustus 2019 mendatang.

Setelah Labuan Bajo, AirAsia juga mengincar Sorong sebagai tujuan berikutnya. Udah pada tau dong kalo Sorong adalah “pintu masuk” ke destinasi paling cakep di Indonesia, apalagi kalo bukan Raja Ampat.

Dari Liputan6.com: “Lombok, Labuan Bajo, dan Sorong. Lombok sudah kami realisasikan, Labuan Bajo hari ini kami sudah launching. Sorong sudah kami diskusikan.”

Nggak heran sih kenapa AirAsia mengincar Labuan Bajo dan Sorong, karena basis konsumen maskapai low cost asal Malaysia ini adalah wisatawan. Mereka inilah yang menjadi segmen terbesar AirAsia di kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Pasifik, dan Australia.

Lihat aja bagaimana AirAsia membuka rute baru ke Boracay dan Puerto Princesa di Filipina, lalu Siem Reap di Kamboja, yang disusul Phu Quoc dan Da Nang di Vietnam. Atau yang lebih jauh ada Fukuoka dan Okinawa di Jepang.

AirAsia tahu betul ketika wisatawan sudah mendengar destinasi populer seperti Bali, Lombok, Bangkok, Ho Chi Minh City, atau Tokyo dan Osaka, sebagian dari mereka akan melakukan perjalanan lebih jauh, ke tempat-tempat yang kurang dikenal sebelumnya, atau istilahnya adalah off the beaten track.

Soal harga dan selera, pilihan pada maskapai low cost memang subyektif. Sebagai trip planner dan tour guide, saya tidak pernah memaksa calon konsumen yang sebelumnya selalu menggunakan maskapai full service untuk berpindah ke low cost, demikian pula sebaliknya.

Tapi dengan atifnya lagi AirAsiai di segmen domestik, terutama destinasi Indonesia timur, setidaknya bisa menjadi shock therapy buat maskapai lain yang selama ini menguasai rute ini agar tidak manja. Sebagai passeger dan customer sih kita cuma pengen we get what we paid. Tidak lebih. Tidak delay saja kita udah seneng, jangan lagi ditambah pelayanan yang kurang memuaskan, tiket mahal, bagasi berbayar, dan sebagainya.

Bring in competition may drive others to improve their services. Dengan adanya persaingan antar maskapai di segmen low cost ini, utamanya ke rute-rute destinasi wisata di Indonesia timur, kita berharap ada usaha untuk memacu dan memperbaiki diri, yang ujungnya akan menguntungkan kita sebagai konsumen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *