Pagi itu cuaca cerah, langit biru, moment yang pas untuk mampir pantai Kolbano. Setelah tiga jam naik mobil dari Kupang, akhirnya saya dan beberapa kawan trip tiba di Kolbano, salah satu pantai paling populer di NTT, khususnya kawasan Kupang dan pulau Timor. Suasana pantai masih tampak sangat sepi meskipun sudah hampir jam sepuluh, tak ada pengunjung kecuali beberapa anak kecil yang duduk-duduk di sebuah gazebo dekat tempat parkir mobil. Kami sengaja datang ke pantai ini pada weekday untuk menghindari ramainya pengunjung saat akhir pekan.

Begitu keluar dari mobil, saya langsung menuju bibir pantai. Kolbano ini memang pantai yang unik. Tidak seperti pantai pada umumnya yang tertutup pasir putih, Kolbano dipenuhi batu-batuan berbentuk bulat dan lonjong dengan berbagai ukuran dan warna, mulai dari warna putih, pink, abu-abu, biru muda, dan toska. Garis pantainya memanjang, landai, dan ombak siang itu tak terlalu besar. Tapi saya tetap mengurungkan niat untuk berenang karena panas yang sangat terik.

Anak-anak kecil yang berkumpul di gazebo tadi ikut bermain-main bersama kami di pantai. Salah satunya menghapiri saya, “Kakak, kakak, mari saya ambilkan foto. Nanti kakak bisa foto banyak macam gaya di pantai ini,” Saya pun menjawab, “Oh boleh, memang ada berapa macam foto di sini?” “Banyak kakak, bisa foto di atas perahu, foto lari-lari, foto batu gambar wajah orang, atau foto dari atas batu itu,” katanya sambil menunjuk batu karang besar di sisi kiri pantai.

Foto bareng adek-adek fotografer cilik di Pantai Kolbano
Foto bareng adek-adek fotografer cilik di Pantai Kolbano

Oke, kami sepakat. Lumayan lah daripada gak ada yang fotoin di pantai Kolbano ini. Si adek ini rupanya udah sering mengambil foto pengunjung di pantai ini. Ia bisa mengarahkan posisi dan angle foto, yang menurut saya udah sangat keren untuk ukuran anak seusianya. Bahkan kalau dilihat-lihat, adek ini sudah terlatih, atau minimal ada yang mengajari mengambil foto. Dan ternyata bukan dia saja, teman-temannya pun juga mengambilkan foto untuk rekan-rekan trip saya dari Kupang. Saat saya tanya, “Kamu belajar foto mulai kapan? Siapa yang ngajarin?” Ia menjawab, “Sudah lama kakak. Dulu pernah belajar dari My Trip My Adventure.”

Ohhh saya paham sekarang… My Trip My Adventure pernah datang ke pantai ini dan mengajari cara foto dan komposisi sederhana pada adek-adek di pantai Kolbano ini. Pantesan saja angle-angle yang mereka ambil tak seperti hasil foto anak kecil kebanyakan. Ada angle yang sejajar perahu, ada foto komposisi tangan dan wajah dengan batu karang, juga ada foto panorama yang bisa mengambil lebih dari satu kali gambar orang yang sama dalam satu frame.

Seumpama ada pihak atau lembaga yang bersedia mewadahi atau membimbing kemampuan fotografi adek-adek ini, saya yakin mereka bisa menghasilkan foto yang lebih bagus dan keren dari sekedar jadi juru foto dadakan bagi wisatawan di pantai Kolbano ini. Bukan tak mungkin mereka punya potensi menghasilkan foto underwater Kolbano, foto sunset, dan foto-foto landscape Kolbano dari banyak sudut yang memang punya pemandangan luar biasa. Tugas pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk memaksimalkan potensi lokal Kolbano ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *