Pandemi Covid-19 di tingkat global yang belum menunjukkan grafik menggembirakan membuat kita semua menatap tahun yang baru dengan harapan dan ketidakpastian.

Situasi diperburuk dengan varian baru Covid-19 yang sudah masuk Asia Tenggara. Di tingkat nasional, periode libur akhir tahun diyakini membuat kasus Covid-19 akan tetap tinggi di awal tahun 2021.

Selama periode Natal dan Tahun Baru ini pemerintah telah melakukan sejumlah pengetatan perjalanan, di antaranya dengan mewajibkan rapid test antigen dan swab PCR ke sejumlah kota tujuan.

Natal dan Tahun Baru 2021 ini bisa menjadi gambaran sederhana bagaimana kondisi dan tren perjalanan wisata untuk semester pertama tahun 2021.

Rapid dan vaksin jadi syarat utama perjalanan dan masuk suatu negara

Setidaknya sampai pertengahan 2021 atau sampai terealisasinya program vaksin nasional, perjalanan – utamanya pesawat – akan tetap mewajibkan rapid (antibodi maupun antigen) dan swab PCR.

Karantina di negara tujuan menjadi hal biasa

Mulai akhir Desember 2020 Indonesia memberlakukan karantina lima hari bagi semua WNI dan WNA yang datang dari luar negeri. Hal yang sama juga diterapkan negara lain dengan lama karantina yang berbeda. Ada yang 7 hari, 10 hari, dan maksimal 14 hari. Siapkan juga budget lebih karena di negara tertentu biaya karantina ditanggung pribadi, termasuk uang jaminan.

Perjalanan dan wisata luar negeri masih terbatas

Sampai vaksin ditemukan dan diterima secara internasional, trend perjalanan dan wisata ke luar negeri masih akan sangat terbatas. Kelak, vaksin akan menjadi “paspor baru” untuk lintas negara. Isolasi di negara tujuan mungkin masih akan jadi hal normal, termasuk swab PCR di negara tujuan.

Buka tutup dari atau ke negara tertentu

Mulai menyebarnya strain baru Covid-19 seperti di Inggris membuat beberapa negara – termasuk Indonesia, pada akhir Desember 2020 menutup pintu untuk warga Inggris, termasuk semua yang pernah ke Inggris. Bukan tidak mungkin akan diikuti oleh negara-negara lain apabila ditemukan kasus yang masif.

Jam malam dan penutupan tempat wisata

Pada malam tahun baru 2021, hampir di semua daerah di Indonesia memberlakukan jam malam dan penutupan tempat wisata atau lokasi yang memicu kerumunan. Apabila kasus Covid-19 tidak mengalami penurunan, bukan tidak mungkin pemberlakuan jam malam akan berlanjut pada periode libur berikutnya di tahun 2021.

Tren wisata domestik

Karena belum bebas ke luar negeri, destinasi domestik jadi pilihan. Liburan singkat ala staycation atau family trip makin diminati. Untuk Pulau Jawa, kota-kota seperti Jogja, Malang, Banyuwangi masih jadi favorit. Bali, Lombok, dan Labuan Bajo akan semakin ramai, termasuk destinasi eksotik macam Sumba, Pulau Rote, dan Maluku.

Travel buble antar dua negara

Negara-negara yang dianggap aman atau berhasil menangani pandemi Covid-19 akan saling bekerja-sama membuka border, misalnya: Taiwan dengan Vietnam, Singapura dengan Vietnam, Australia dengan Selandia Baru. Bagaimana dengan Indonesia? Setidaknya sampai pertengahan tahun, travel buble sepertinya masih sebatas angan-angan untuk Indonesia.

Travel smart, travel safe, travel small

Tren wisata 2021 tidak akan jauh dari 3S: smart, safe, small. Orang-orang akan berpikir tiga sampai lima kali sebelum merencanakan liburan (travel smart). Situasi Covid-19 nasional juga mejadi faktor utama dalam menentukan destinasi liburan (travel safe), dan tren bepergian dalam jumlah kecil atau bahkan solo traveling (travel small).

Awal tahun yang berat untuk maskapai, hotel, dan OTA

Tahun 2020 menjadi periode gulung tikarnya sejumlah hotel, OTA (online travel agent), dan maskapai, terutama low cost airline. Sektor turunan dari wisata seperti akomodasi, transportasi, dan hospitality juga akan menghadapi ancaman gulung tikar apabila situasi tidak membaik di paruh pertama 2021.

Wait and see sampai periode Lebaran 2021

Perjalanan dan wisata tahun depan mungkin sedikit tertolong dengan libur Imlek di awal Februari serta long-weekend pada Maret dan April, namun perlu usaha ekstra untuk survive sampai periode Lebaran di bulan Mei.

Selamat Tahun Baru 2021! Semoga tetap terjaga semua harapan di tahun yang baru. Stay safe dan sehat selalu.


Artikel ini juga dimuat di Kompasiana dengan judul Prediksi Sektor Wisata di Paruh Pertama Tahun 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *