Pertengahan Mei 2019 kemaren Presiden Jokowi meresmikan jalan tol Malang-Pandaan. Sebagai warga Malang yang agak jarang tinggal di Malang, saya ikut seneng dong akhirnya bisa merasakan akses tol yang langsung terhubung dengan kota-kota di daerah utara (Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, dan sekitarnya), kawasan timur (Pasuruan, Probolinggo, yang nantinya sampai Banyuwangi), dan arah menuju Jawa Tengah (Mojokerto dan seterusnya).

Tak mau kalah sama Pak Jokowi, saya pun ngaspal di ruas tol baru Malang-Pandaan ini, dua hari setelah diresmikan. Masih gratis kok, sampai Lebaran katanya. Kebetulan pagi itu saya mesti jemput rombongan trip dari Singapura di Bandara Juanda.

Saya masuk tol Malang-Pandaan dari pintu Karanglo. Kalau dari arah Malang, kita tidak perlu lewat Underpass Karanglo (yang masih dalam proses penyelesaian). Sekedar info, mekipun tolnya masih gratis, tapi kita mesti tetep nempelin kartu emoney di pintu tol Malang ini.

Karena Malang dikelilingi banyak gunung, dari ruas tol Malang-Pandaan ini kita juga bisa menikmati pemandangan beberapa gunung di sekeliling Malang. Di sebelah timur ada Pegunungan Tengger, serta di utara ada Gunung Arjuno dan Welirang.

Pemandangan Gunung Arjuno dari jalan tol Malang-Pandaan

Khusus untuk tol Malang sendiri, yang udah resmi beroperasi adalah ruas pintu tol Karanglo dan Singosari. Sedangkan pintu tol Pakis masih dalam pengerjaan. Kayaknya sih exit Pakis ini yang nantinya terhubung langsung dengan Bandara Abdurahman Saleh (MLG).

Exit Purwodadi bisa ke Bromo lewat jalur Nongkojajar
Kalo ambil kiri, kamu akan keluar lewat exit Taman Dayu

Karena tujuan saya dari Malang langsung ke Juanda, saya pun baru nempel e-toll di pintu tol Kejapanan, orang bilangnya Arteri. Dari sini saya lanjut masuk jalur biasanya, yaitu jalan tol Gempol-Surabaya dan lanjut arah tol bandara. Total perjalanan dari Karanglo sampai Juanda kurang lebih 1 jam 25 menit saja!

Gerbang tol Kejapanan setelah renovasi makin cakep
Bukan miniatur Golden Gate Bridge, tapi jembatan di ruas tol Malang-Pandaan

Malem harinya dari Malang mau ke Bromo, saya ambil jalur Sukapura. Perjalanan dari Malang ke Sukapura yang biasanya bisa 2,5 sampai 3 jam kalo lewat Purwosari, Pasuruan, dan seterusnya, sekarang cuma 1 jam aja kalo lewat tol! Dari pintu tol Karanglo, saya langsung meluncur ke arah tol Pasuruan-Probolinggo dan terus saja sampai exit Tongas (ada tulisan Penanjakan Bromo). Dari exit ini ke parkiran Jeep Sukapura kurang lebih hanya 30 menit saja. Kalo untuk arah balik dari Sukapura ke Malang, kamu juga bisa lewat pintu tol Probolinggo Barat.

Tak hanya jalur Malang-Juanda dan Malang-Bromo aja sih yang jadi lancar bin cepat karena efek tol baru ini, tapi juga jalur Malang menuju Banyuwangi – dan Bali juga tentunya. Saat ini exit tol Pasuruan-Probolinggo udah sampai daerah Probolinggo dengan exit di Grati, Tongas, dan Leces. Ruas tol berikutnya dari Probolinggo akan terhubung sampai Pelabuhan Ketapang dan Banyuwangi.

Menunggu sunrise di Penanjakan Bromo bareng temen-temen dari Singapura
Pasir Berbisik Bromo

Karena saya kerja di bidang wisata, mesti saya akui kalo ruas-ruas tol yang baru dibuka di Jawa Timur ini jadi angin segar yang kembali menggairahkan bisnis wisata domestik. Tau sendiri kan potensi wisata alam di kawasan Malang, Probolinggo, dan Banyuwangi, tak hanya untuk turis lokal tapi juga mancanegara. Dan saat ngobrol-ngobrol dengan guide lokal di Kawah Ijen, ia mengatakan bahwa akhir-akhir ini tren wisatawan asing ke Banyuwangi juga sedang meningkat pesat, terutama yang start dan finish dari Surabaya.

Exit Purwodadi, kamu akan keluar di selatan Kebun Raya

Oke, kita wait and see aja hingga ruas tol Jawa ini bener-bener sampai di ujung timur pulau Jawa, yaitu Ketapang dan Banyuwangi.

Tetep safety driving yes. Kalo ngantuk istirahat dulu. Lemesin kaki sambil minum kopi. Rest area ada di ruas tol Sidoarjo-Surabaya dan tol Pasuruan-Probolinggo. Untuk tol Malang-Pandaan sendiri sampai saya unggah tulisan ini belum ada rest-area. Happy journey!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *