Seperti negara-negara Asia Tenggara lainnya, industri wisata Thailand ikut terpukul oleh virus corona atau Covid-19.

Apakah aman pergi ke Thailand pada situasi seperti ini?

Pertama, tidak ada larangan pergi atau travel ban untuk WNI ke Thailand.

Sampai 15 Maret, Thailand akan melakukan karantina selama 14 hari untuk wisatawan dari Korea Selatan, China, Macao, Hong Kong, Italia, dan Iran, meskipun hanya transit. Kebijakan ini sewaktu-waktu bisa berubah dan pastikan untuk update terus informasinya melalui Kemenlu atau Kedubes di Bangkok.

Kasus virus corona di Thailand sampai 16 Maret: 147 orang dinyatakan positif, 38 orang sembuh, dan 1 orang meninggal.

Kedua, penerbangan dari Indonesia ke Thailand masih aman, meskipun dengan jumlah penumpang yang turun drastis. Penerbangan domestik di Thailand tetap normal tapi harus melalui antrian panjang karena dilakukan pengecekan suhu tubuh bagi setiap penumpang.

Di bandara internasional Thailand seperti Bangkok, Chiang Mai, Phuket dan Krabi dilakukan thermal screening dan wisatawan harus mengisi form kesehatan yang disediakan pada saat kedatangan.

Pemandangan sepinya Bandara Suvarnabhumi, Bangkok.

Ketiga, Sejumlah event wisata dan budaya di Thailand dibatalkan karena virus corona, seperti MotoGP.

Thailand juga resmi menunda Festival Songkran yang rencananya digelar tanggal 13 sampai 15 April. Belum diketahui kapan jadwal baru untuk perayaan festival air paling populer di Asia ini.

Tempat-tempat wisata populer di Thailand tetap buka dan bisa didatangi turis, dengan suasana yang lebih sepi, seperti di Bangkok, Pattaya, dan Phuket. Jumlah wisatawan di Thailand turun lebih dari 40 persen sejak merebaknya virus corona.

Pengecekan suhu tubuh di setiap bandara di Thailand

Wisatawan yang datang ke Thailand dikategorikan dalam tiga kelompok pengawasan, yaitu:

1. Wisatawan asing dari Zona Terinfeksi Covid-19

Zona ini meliputi China – termasuk Hong Kong dan Makau, Italia, Iran dan Korea Selatan. Wisatawan dari negara-negara ini harus mengajukan visa sebelum ke Thailand dan melakukan karantina diri setibanya di Thailand.

Wisatawan pada kategori ini juga harus menunjukkan surat kesehatan untuk membuktikan negatif Covid-19. Bila tidak dapat menunjukkan surat tersebut, maka wisatawan tidak akan mendapat boarding pass dan ditolak naik pesawat. Untuk wisatawan transit, diwajibkan “menjaga jarak sosial” dan hanya bisa menunggu di area gate keberangkatan.

2. Wisatawan asing dari daerah local transmission

Kategori kedua adalah mereka yang memasuki Thailand dari negara atau wilayah dengan transmisi lokal Covid-19.

Sampai 13 Maret, yang termasuk kategori ini adalah Prancis, Spanyol, Swiss, Jerman, Belanda, Swedia, Norwegia, Denmark, Inggris, Amerika Serikat, dan kota-kota tertentu di Jepang, yaitu Hokkaido, Tokyo, Aichi, Wakayama, Kanagawa, Chiba, Okinawa, Kyoto, dan Osaka.

Wisatawan yang datang dari negara-negara ini tidak dikarantina, tetapi akan diawasi selama 14 hari dan harus memberi tahu petugas tentang tempat-tempat yang dikunjungi, sehingga petugas pengawasan dapat memonitor pergerakan dan kontaknya.

Apabila dalam 14 hari ini mereka merasa sakit atau dicurigai menderita demam dan batuk, pilek, sakit tenggorokan, atau sesak napas setelah tiba di Thailand, maka wajib memberi tahu petugas untuk diuji, dirawat, secara klinis, didiagnosis, diisolasi, hingga dikarantina.

3. Wisatawan asing selain dari Zona 1 dan Zona 2

Wisatawan dari negara-negara selain nomor 1 dan 2 tetap menjalani pemeriksaan masuk dan keluar di bandara dan disarankan mengikuti rekomendasi kesehatan Thailand, yaitu:
• Hindari pergi ke tempat ramai
• Hindari tinggal dekat orang yang memiliki gejala penyakit pernafasan
• Konsumsi makanan yang dimasak dan bersih
• Gunakan sendok saji yang higienis
• Cuci tangan secara rutin
• Pakai masker kain untuk mencegah tertular virus

Thailand melakukan pengawasan Covid-19 di 46 kantor karantina dan enam bandara internasional, yaitu Suvarnabhumi, Don Mueang, Chiang Mai, Chiang Rai, Phuket dan Krabi.

Selain di bandara juga dilakukan pada enam pelabuhan di Bangkok, Laem Chabang, Chiang Saen, Phuket, Samui dan Krabi, dan 34 pelabuhan darat atau pos pemeriksaan perbatasan.

Ikuti juga update perkembangan virus corona dan dunia wisata Asia di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *