Mendadak viral, lalu ambyar.

Kira-kira seperti itulah gambaran nasib Ranu Manduro pada hari pertama di bulan Maret ini.

Ranu Manduro terletak di Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Ranu Manduro berupa padang rumput dengan pemandangan berlatar belakang Gunung Welirang.

Kawasan ini sebenarnya adalah lahan bekas tambang pasir dan batu. Area ini sudah tak digunakan lagi dan pada musim hujan tertutup rerumputan yang menghijau seperti padang savana. Cantik memang. Konon, disebut-sebut mirip di New Zealand.

Video dan foto-foto keindahaan Ranu Manduro pun mendadak viral di media sosial. Dengan iringan Sunday Best-nya Surfaces atau lebih dikenal dengan Feeling good like I should, ribuan likes dan retweet didapat Ranu Manduro dalam waktu singkat.

Foto: @imhsnn

Tapi Ranu Manduro tak siap dengan status viral yang didapatnya.

Ribuan pengunjung datang ke lokasi ini pada Minggu pagi, 1 Maret 2020. Padang rumput yang sebelumnya menghijau berubah jadi lautan manusia. Expektasi pengunjung untuk mendapatkan foto-foto instagramable seperti di New Zealand pun ambyar.

Ranu Manduro yang viral lupa bahwa dirinya bukanlah obyek wisata, tapi masih berupa sebidang tanah bekas tambang yang sama sekali belum siap menerima membludaknya kunjungan wisatawan.

Belakangan, diketahui bahwa Ranu Manduro ditutup karena alasan keamanan. Bekas galian di Ranu Manduro dikhawatirkan masih labil, apalagi pada musim hujan yang masih ekstrem di bulan Maret ini.

Lalu siapa yang salah? Salah Ranu Manduro? Salah netijen? Salah dinas Pariwisata setempat? Atau salah pemilik lahan?

Video: Ekspektasi vs reality Ranu Manduro

Ranu Manduro adalah gambaran nyata wisata domestik di era media sosial. Diakui atau tidak, Instagram, Facebook, Twitter, Youtube, dan platform lainnya telah mengubah cara sebagian besar orang menentukan destinasi yang dikunjungi. Yang penting cantik, instagramable, dan viral. Perkara nanti di sana seperti apa, itu nomor enam belas. Yang penting sudah centang ke tempat viral.

Ranu Manduro belum siap sebagai obyek wisata. Setidaknya untuk saat ini. Tugas pihak terkait untuk mengelolanya. dalam hal ini pemilik lahan, dinas Pariwisata setempat, dan masyarakat sekitar. Banyak yang harus dipikirkan, mulai dari akses jalan, area parkir, toilet, tempat penjaja makanan dan minuman, dan sebagainya.

Ada banyak obyek wisata yang bisa “ditiru” Ranu Manduro, seperti Bukit Jeddih dan Bukit Kapur Arosbaya di Madura, atau Hutan Jawatan Benculuk di Banyuwangi. Harus ada pengelolaan dan penataan sedemikian rupa sebelum tempat itu layak dijadikan obyek wisata.

Sumber foto: sekilasmedia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *