Ha Giang merupakan destinasi anti mainstream dan belum banyak dilirik turis asing di Vietnam. Kawasan pegunungan dan perbukitan karst ini berada di ujung utara Vietnam, dekat perbatasan dengan China.

Apabila dibandingkan dengan Halong Bay, Sa Pa, atau Ho Chi Minh City sebagai destinasi wisata yang lebih populer di Vietnam, Ha Giang relatif masih alami dan belum banyak tersentuh modernisasi.

Jalur paling mudah menuju Ha Giang adalah dengan sleeper bus dari Hanoi, harga tiketnya 150.000 VND atau sekitar RP 80 ribu per orang sekali jalan, dengan lama perjalanan sekitar 6 sampai 7 jam.

Setelah tiba di Ha Giang City, barulah kita bisa sewa motor untuk melakukan tour Ha Giang Loop, yaitu road trip naik motor mengelilingi rute ekstrem dan eksotis di Provinsi Ha Giang. Durasi waktu ideal untuk menyelesaikan Ha Giang Loop adalah tiga sampai empat hari.

Road trip di jalur terpencil Vietnam utara

Ha Giang Loop diawali dari Ha Giang City menuju Yen Minh. Kondisi jalan setelah keluar kota Ha Giang cenderung sempit, naik turun bukit, dan banyak tikungan tajam. Tapi pemandangannya sungguh luar biasa, bukit dan tebing karst yang menjulang tinggi, jalanan yang ekstrem dan curam, serta desa tradisional dan suku minoritas Vietnam utara.

Pada jalur ini kita akan melewati Bac Sum Pass dan Quan Ba Pass yang juga dikenal sebagai Heaven’s Gate. Di kota kecil Yen Minh ini terdapat sejumlah homestay dan hotel sederhana untuk bermalam.

Pemandangan dari Yen Minh menuju Lung Cu Flag Tower

Memasuki hari kedua, destinasi utama yang dituju adalah Lung Chu Flag Tower, monumen nasional sekaligus penanda perbatasan Vietnam dan China. Untuk menuju ke puncak menara ini kita harus naik 300 anak tangga.

Di antara Yen Minh dan Lung Chu, kita melewati Sung La Village, desa tradisional di lembah bukit dengan pemandangan yang sangat cantik. Kedatangan kita biasanya disambut anak-anak kecil dengan pakaian tradisional dan membawa ikatan bunga. Mereka sangat ramah dan tak menolak untuk diajak swafoto.

Setelah dari Lung Chu, perjalanan dilanjutkan menuju kota ketiga, yaitu Dong Van. Kota ini lebih ramai dibandingkan Yen Minh. Ada lebih banyak pilihan hotel dan penginapan, terutama di sekitar Dong Van Market. Saat pagi, sempatkan berkeliling pasar tradisional di sini untuk melihat komoditas lokal dan berinteraksi dengan warga setempat yang ramah.

Salah satu sudut view point di dekat Dong Van

Pemandangan paling epic dari Ha Giang Loop ada di hari ketiga yaitu Ma Pi Leng Pass, sebutan untuk jalur di ata pegunungan sepanjang 20 kilometer dengan ketinggian 1500 meter. Ma Pi Leng Pass sering disebut sebagai jalur road trip paling cantik di Vietnam.

View point Ma Pi Leng Pass

Dari salah satu sisi Ma Pi Leng Pass ini kita bisa melihat pemandangan sungai Nho Que, dengan latar belakang lembah dan bukit terjal khas Ha Giang. Sempatkan berhenti untuk swafoto atau sekedar menikmati pemandangan, udara segar, dan suasana asli Vietnam utara yang belum tersentuh modernisasi.

Tiga hari adalah durasi minimal untuk explore tempat-tempat eksotik di Ha Giang Loop. Apabila memiliki waktu lebih, bisa menambah durasi satu hari dan menginap di Du Gia, kota kecil di antara Dong Van dan Ha Giang.

Tips road trip Ha Giang Loop

1. Periode terbaik road trip Ha Giang Loop adalah bulan Maret-April dan Oktober-November. Cuaca Ha Giang relatif lebih dingin dibandingkan Hanoi, siapkan jaket tebal untuk perjalanan maupun saat menginap.

2. Harga sewa motor di Ha Giang rata-rata 200.000 VND atau sekitar RP 100.000 per hari, sudah termasuk dua helm dan jas hujan. Untuk mengisi bahan bakar bisa dilakukan di SPBU lokal yang tersedia di kota-kota kecil seperti Yen Minh dan Dong Van. Satu tangki penuh biasanya menghabiskan sekitar 50.000 VND atau RP 25 ribu.

3. Warga lokal di Ha Giang jarang yang bisa berbahasa Inggris. Gunakan Google Translate versi offline untuk berkomunikasi dengan warga lokal dan Google Maps sebagai penunjuk arah selama perjalanan.

4. Siapkan uang tunai secukupnya karena tak banyak ATM yang tersedia sepanjang rute Ha Giang Loop. Selain mata uang Dong Vietnam, hotel dan homestay di kawasan ini umumnya juga menerima Dolar Amerika.

Anak-anak suku tradisional Ha Giang

Artikel ini juga dimuat di kolom Traveling Jawa Pos, Sabtu 1 Februari 2020 dengan judul “Ha Giang Yang Luar Biasa, Jelajah Keindahan Alam di Perbatasan Vietnam dan Tiongkok”. Baca selengkapnya di sini.

Beri Komentar