Perjalanan Menuju Kawah Gunung Kelud Lewat Jalur Kediri

Untuk pertama kalinya sejak meletus pada Februari 2014, saya kembali mengunjungi Gunung Kelud. Gunung api yang masih aktif ini berada di perbatasan Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Gunung Kelud termasuk tipe stratovulkan dengan letusan bersifat eksplosif. Seperti gunung-gunung api aktif lainnya di Pulau Jawa, Gunung Kelud terbentuk dari proses subduksi lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia. Sejak abad ke-13, gunung ini tercatat aktif meletus dengan rentang jarak waktu yang relatif pendek antara 9 sampai 25 tahun.

Dengan ketinggian puncaknya 1.731 mdpl, Gunung Kelud memang bukan gunung api paling tinggi yang pernah saya kunjungi. Tapi panorama puncak Gunung Kelud dengan danau kawah yang berwarna coklat keemasan adalah satu fenomena tersendiri di gunung berapi ini.

Danau kawah di puncaknya merupakan daya tarik utama dari Gunung Kelud. Saat meletus, kawah ini dapat menghasilkan aliran lahar dalam jumlah besar. Letusan pada tahun 2007 memunculkan kubah lava sangat besar yang menyumbat dan menutup permukaan danau. Kubah lava ini kemudian hancur pada letusan besar pada Februari 2014.

Perbandingan kondisi kawah Gunung Kelud saat ini (2019) dengan sebelum meletus awal 2014 bisa dilihat pada foto di bawah ini. Sumber foto kanan: Wikipedia.

Puncak-puncak pada Gunung Kelud yang ada sekarang merupakan sisa letusan besar masa lalu yang meruntuhkan bagian puncak purba. Puncak Kelud saat ini yang paling tinggi ada di bagian timur kawah, sedangkan puncak-puncak lainnya adalah Puncak Gajah Mungkur (ditutup untuk jalur pendakian) di bagian barat dan Puncak Sumbing di sisi selatan.

Puncak Sumbing di sisi selatan kawah Gunung Kelud
Rute menuju kawah Gunung Kelud di sisi selatan

Menuju Gunung Kelud

Kali ini saya menuju Gunung Kelud lewat jalur Kediri. Kondisi jalanan dan jalurnya sudah sangat oke. Dari kota Kediri tinggal mengikuti jalur menuju Plosoklaten dan Ngancar, kemudian lurus menuju batas akhir parkir dan mobil Gunung Kelud. Waktu tempuh dari kota Kediri sekitar 2 jam.

Apabila dari kota Malang, tinggal mengikuti jalan menuju Batu – Pujon – Kasembon – Kandangan – Plosoklaten – Ngancar – dan menuju kawasan parkir mobil dan motor Gunung Kelud. Waktu tempuh dari Malang sekitar 3 jam.

Jalur menuju pos parkir sepeda motor Gunun Kelud
Jalur menuju kawah Gunung Kelud dari pos parkir sepeda motor
Pemandangan jalur Gunung Kelud dari atas pos terakhir

Dari batas parkir motor ini kita tinggal jalan kaki sekitar 2 km menuju kawah Kelud. Alternatif lain ada jasa ojek dengan tarif Rp 10 ribu sekali jalan. Saat saya berkunjung kesini sedang ada proyek perbaikan jalan dari parkir motor menuju kawah Kelud. Ke depannya mungkin jalur ini bisa dilalui mobil atau motor sehingga pengunjung tak perlu jauh-jauh jalan kaki.

Batas parkir sepeda motor menuju kawah Gunung Kelud
Renovasi jalan menuju kawah
Jalur sejauh 2 km ini bisa ditempuh jalan kaki atau naik ojek

Di sepanjang jalan memasuki area Gunung Kelud, banyak kebun nanas. Banyak juga yang jual buah nanas, jenis nanas madu dan nanas lokal, harganya lumayan murah mulai dari Rp 5 ribu seikat isi lima sampai enam buah nanas matang.

Kebun buah nanas di sepanjang jalan dari pintu masuk Gunung Kelud
Pintu masuk Gunung Kelud dari jalur Kediri

Kawah Gunung Kelud

Ini penampakan kawah Gunung Kelud yang airnya berwarna coklat keemasan. Sebelumnya warna kawah Kelud pasca letusan tahun 2014 adalah hijau tosca seperti di Kawah Ijen.

Kawah Gunung Kelud dengan air berwarna coklat keemasan
Kawah Gunung Kelud sempat tertutup lava sebelum letusan 2014

You may also like...

Popular Posts

Beri Komentar