Setelah perjalanan kereta selama hampir 24 jam dari Kalkuta, akhirnya saya tiba di Agra Fort Railway Station. Selamat datang di Agra, kotanya Taj Mahal.

Agra adalah satu dari tiga kota yang menjadi “segitiga” wisata India. Dua kota lainnya: Jaipur dan New Delhi. Untuk menuju Agra, idealnya -dan umumnya wisatawan memang turun di New Delhi. Jarak New Delhi menuju Agra sendiri tak terlalu jauh, sekitar 200 kilometer, kurang lebih 3 jam perjalanan dengan bis atau kereta.

Tapi saya mengambil rute tak umum atau off the beaten track dari perbatasan India-Bangladesh menuju Kalkuta, lalu ke Agra, kemudian ke Jaipur dan berakhir di New Delhi. Memang, lebih lama dan melelahkan. Tapi pengalaman sepanjang perjalanan backpacking dari ujung timur India menuju ibu kota negara ini memang priceless dan worth it.

Baca juga: Panduan apply e-visa untuk liburan ke India

Sebagai simbol pariwisata India, Taj Mahal juga menjadi satu dari tujuh keajaiban dunia. Taj Mahal dibangun pada abad ke-17 oleh Raja Mughal Shah Jahan untuk mendiang istrinya, Mumtaz Mahal. Bagi warga India, Taj Mahal adalah bangunan terindah dengan bentuk perpaduan antara komplek makam, taman, monumen, dan masjid.

View utama di UNESCO World Heritage Site Taj Mahal

Taj Mahal dirancang oleh arsitek Muslim, Ahmad Lahori. Konsepnya berupa “taman surga” yang berupa air mancur dan kubah marmer pada bangunan utama. Di sekelilingnya terdapat sejumlah bangunan lain yang terbuat dari bata merah atau terakota.

Keindahan, keunikan, dan kisah romantis sekaligus sakral dalam sejarah pembuatannya membuat Taj Mahal jadi daya tarik lebih dari tiga juta wisatawan asing tiap tahunnya.

Tips liburan ke Taj Mahal

Hindari ke Taj Mahal pada hari Jumat. Kenapa? Karena tutup. Taj Mahal adalah komplek bangunan masjid yang sampai sekarang masih aktif digunakan setiap hari. Dan khusus hari Jumat, Taj Mahal ditutup untuk wisatawan karena digunakan untuk sholat Jumat.

Masjid di sisi barat bangunan utama Taj Mahal
Dinding terakota di masjid Taj Mahal

Untuk akomodasi, carilah penginapan yang lokasinya di sekitar Taj Mahal. Ada banyak hotel budget dan hostel di area ini. Jadi tak perlu lagi keluar uang untuk naik tuk-tuk dari hotel ke Taj Mahal. Cukup jalan kaki.

Sebagai info, ticket counter Taj Mahal sudah buka mulai jam 5 pagi, sedangkan pintu gerbangnya buka mulai jam 5.30 pagi. Kamu mesti berangkat lebih awal biar tidak terlalu panjang antriannya. Harga tiket masuknya 45 Rupee untuk lokal (sekitar RP 8.500) dan 1050 Rupee untuk warga asing macam kita ini, kalo dirupiahkan sekitar RP 200 ribu.

Gerbang masuk utama di area Taj Mahal

Perhatikan antrian masuknya. Di sini ada dua antrian berdasarkan laki-laki dan perempuan. Pemeriksaan security-nya ketat banget. Khusus untuk perempuan akan diperiksa di ruangan khusus oleh petugas perempuan.

Agar perjalanan lancar dan terhindar dari masalah saat pengecekan yang super ketat di pintu masuk, jangan bawa tas ransel (bisa dititipkan), tripod, korek api dan rokok. Tas kecil atau tas pinggang masih dibolehkan masuk.

Taman di bagian timur gerbang masuk Taj Mahal

Explore Taj Mahal

Ada empat pintu masuk di Taj Mahal sesuai arah mata angin, wisatawan umumnya masuk lewat pintu timur yang jaraknya sekitar 500 meter dari ticket counter. Ada shuttle gratis menuju gerbang Taj Mahal, tapi mesti antri dan menunggu cukup lama. Pilihan lainnya adalah jalan kaki, sewa tuk-tuk, atau kereta kuda untuk bisa sampai area Taj Mahal sebelum sunrise.

Bangunan utama Taj Mahal yang berwarna putih marbel -dan paling sering kita lihat di Instagram, sebenarnya adalah makam Mumtaz Mahal. Kalo masuk kesini pengunjung harus lepas sepatu sebelum memasuki area makam dan masjid.

Cuaca di Taj Mahal dari pagi sampai tengah hari umumnya terik dan panas, bahkan pada musim hujan sekalipun. Bawalah bekal air mineral dan tisu atau handuk kecil. Tidak ada pedagang asongan di dalam area Taj Mahal, jadi segala perbekalan mesti kita siapin sendiri.

Usia Taj Mahal kini sudah lebih dari 3,5 abad, tapi keindahannya tetap megah sebagai simbol pariwisata India sekaligus simbol cinta abadi Raja Shah Jahan pada permaisurinya, Mumtaz Mahal.

Oktober dan November adalah waktu terbaik ke Taj Mahal

Menuju Taj Mahal dari New Delhi

Untuk menuju Agra, rute paling simpel dan mudah adalah dari New Delhi atau Jaipur. Ada bis dan kereta dari dua kota ini menuju Agra. Tiketnya bisa beli online atau lewat resepsionis hotel/hostel.

Setelah tiba di Agra, tinggal cari tuk-tuk alias bajaj untuk menuju hotel atau langsung ke Taj Mahal. Agra bukanlah kota besar atau metropolitan seperti New Delhi atau Mumbai. Sebelum deal harga dengan sopir tuk-tuk, jangan lupa tawar menawar dan pastikan harganya biar nggak kena scam.

Mulai 2019, tiap wisatawan hanya dibolehkan maksimal 3 jam di area Taj Mahal

Tiket promo ke India

Untuk trip backpacking ini saya memanfaatkan tiket promo AirAsia rute Kuala Lumpur – Kalkuta dan New Delhi – Kuala Lumpur, harganya tak sampai 1 juta rupiah PP, di luar bagasi dan makan yaa, kan low cost. Sedangkan untuk tiket dari Surabaya ke KL juga pakai AirAsia seharga RP 1,4 juta pulang-pergi (tuh kan lebih mahal tiket dari Indonesia-nya dari pada ke India).

Sim card di India

Oke ini penting. Sangat-susah-dan-ribet-pake-banget buat beli SIM card di India. Kamu mesti bawa paspor dan punya nomor teman/kerabat yang tinggal di India sekedar untuk konfirmasi. Jadi, jalan terbaik adalah gunakan paket roaming dari Indonesia (saya pakai Telkomsel paket roaming Asia-Australia). Hampir di semua hotel, rumah makan atau restoran, dan tempat publik modern di India punya wifi gratis. Tapi agak riskan kalo hanya mengandalkan wifi gratis selama di India.

Sebagai catatan, India memang worth it banget buat dikunjungi kalo kamu tipe pejalan yang suka tantangan dan mencoba hal-hal baru. Ada banyak pengalaman dan pelajaran hidup selama di India. Sebagian kecil di antaranya pernah saya tulis juga di blog ini, silahkan baca pada artikel ini.

Beri Komentar